Permainan Tradisional Egrang Memeriahkan Peringatan Hari Anak Nasional

Semua anak di Bantul mendapat akses pendidikan yang bermutu dan kesehatan yang memadai.

Permainan Tradisional Egrang Memeriahkan Peringatan Hari Anak Nasional
Permainan tradisional egrang bambu memeriahkan peringatan HAN 2025 tingkat Kabupaten Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana  (DP3AP2KB) Kabupaten Bantul menggelar peringatan Hari Anak Nasional ke-41 tingkat kabupaten di Pendopo Manggala Parasamya Kompleks Pemda 2 Manding, Minggu (10/8/2025).

Acara bertema Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045 tersebut dimeriahkan sajian tari tradisional oleh Forum Anak Wijirejo Kapanewon Pandak dan Forum Anak Banguntapan, pelantikan pengurus Forum Anak Kabupaten Bantul (Fonaba) periode 2025-2027 oleh Wakil Bupati Aris Suharyanta.

Tak ketinggalan, ditampilkan permainan tradisional egrang bambu dan lompat tali yang tampak diserbu anak-anak yang mengikuti acara tersebut.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Bantul Ninik Istitarini mengatakan peringatan HAN tingkat kabupaten kali ini pendanaannya berasal dari APBD Kabupaten Bantul dan sponsor.

Pelantikan Forum Anak Bantul periode 2025-2027 oleh Wakil Bupati Aris Suharyanta. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

"HAN ini marilah kita gunakan untuk merenungkan dan mengevaluasi terkait pemenuhan hak-hak anak khususnya di Kabupaten Bantul," kata Ninik.

Adapun tujuannya meningkatkan aktivitas pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya agar terbentuk karakter positif pada anak-anak. Selain itu, juga meningkatkan peran keluarga di dalam pengasuhan positif anak, mendorong peran serta stakeholder terkait dalam pemenuhan hak dan perlindungan khususnya anak maupun mendorong implementasi Kabupaten Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan harapan Paripurna.

Tujuan lain adalah menurunkan angka kekerasan terhadap anak, bullying, kejahatan jalanan serta menurunkan angka perkawinan dini di Kabupaten Bantul.

Pertunjukan tari tradisional. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Menyemarakkan Hari Anak Nasional, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui DP3AP2KB juga menyelenggarakan lomba video kreatif yang diikuti 17 forum anak kapanewon dan kalurahan se-Kabupaten Bantul.

Sedangkan Aris Suharyanta berharap acara ini sebagai salah satu cara mendukung hak-hak anak, memberi perlindungan yang tepat serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan penuh cinta kasih. "Kita ingin memberikan pelayanan publik yang berkualitas agar semua anak Bantul mendapat akses pendidikan yang bermutu dan kesehatan yang memadai," katanya.

Menurut dia, peran keluarga dan masyarakat sangat penting guna menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak.

"Marilah kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan keluarga dan peran aktif orang tua dalam mendidik dan memberikan contoh yang baik kepada anak-anak. Dengan begitu kita dapat menciptakan generasi yang unggul, berakhlak mulia dan berkepribadian Indonesia," katanya. (*)