Selasa, 03 Agu 2021,


maha-menteri-keraton-agung-sejagad-akhirnya-menyesalKabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna dan Chikmawan (berbaju biru) saat di Sendang Kamulyan kompleks KAS, Rabu (22/1/2020). (w asmani/koranbernas.id)


asmani
Maha Menteri Keraton Agung Sejagad Akhirnya Menyesal

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Wajah Chikmawan, maha menteri Keraton Agung Sejagad, terus tertunduk saat menerima kunjungan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna. Pasalnya, Kombes Iskandar kepada awak media menegaskan jika raja Toto dan ratu Fanny sudah mengakui telah melakukan penipuan. Padahal, sehari sebelumnya Chikmawan saat berada di Mapolres Purworejo menyatakan perbuatan raja Toto dan ratu Fanny bukanlah penipuan.


Chikmawan mengaku menyesal telah terlibat dalam kegiatan Keraton Agung Sejagad (KAS). "Kami merasa tertipu. Kami sangat menyesal dan kecewa, setelah tahu pak Toto dan bu Fanny menipu," ujarnya sedih.
 

  • Ada Pesta Kembang Api dan Barongsai di Klenteng Gondomanan
  • Kooperatif, Raja KAS Minta Maaf

  • Menurut Chikmawan, sepanjang yang dia ketahui aktivitas KAS hanyalah sekadar nguri-uri budaya Jawa. "Awalnya kami di tempat tempat ini untuk nguri-uri budaya Jawa dan tempat pariwisata. Saya tidak berpikir kalau kejadiannya sepert ini," katanya.
     

    Disaksikan sejumlah awak media, Kombes Iskandar mengunjungi lokasi Keraton Agung Sejagad (KAS) di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Rabu (22/1/2020). Kombes Iskandar sempat masuk ke utama KAS yang berisi kursi singgasana raja dan ratu serta sekitar 100 kursi untuk para punggawanya.

  • Sayup-sayup Terdengar Lagu-lagu Mandarin
  • Puluhan Orang Berbaju Gelap Datangi Tempat Latihan PSS Sleman

  •   
    Di depan rombongan Polda Jateng dan Polres Purworejo, akhirnya mantan sekretaris Desa Pogung Jurutengah tersebut bersedia buka-bukaan terkait keraton abal-abal yang viral itu. Pak Chik, sapaan akrab Chikmawan, menuturkan ratu Fanny memang telah merencanakan keberadaan KAS sebagai embrio destinasi desa wisata khusus mengangkat budaya jawa.

    "Karena kami para anggota kangen bahasa Jawa, kangen unggah-ungguh. Kami juga memiliki filosifi rayap, artinya pelan-pelan untuk bisa mencapai tujuan," papar ayah 3 anak tersebut.

     

    Selain itu, di tempat tersebut akan dibuka pelatihan tari Jawa dan membatik. Juga akan dibangun pendopo untuk anak-anak dan kebun binatang mini serta museum.

    "Bahkan ibu ratu Fanny berencana membuat prosposal yang ditujukan ke Menteri Pariwisata," papar pak Chik.

    Karena itu, Pak Chik juga mendukung usulan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang akan menjadikan lokasi KAS sebagai desa wisata. "Alhamdulilah kalau pak Gubernur mengendaki tempat ini untuk destinasi wisata," jelas Pak Chik.

    Keraton Agung Sejagad yang dideklarasikan oleh Toto dan Fanny berdiri di atas lahan milik Chikmawan. Karena itu, Chikmawan menyatakan akan musyawarah dulu dengan keluarganya jika lokasi tersebut nantinya akan dijadikan desa wisata. (eru)



    TAGS:

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini