Listrik Padam Saat Bumi Bergetar, 15 Warga Bantul Terluka, 13 Bangunan Rusak Akibat Gempa
Ada juga yang patah tulang harus rawat inap di rumah sakit.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Gempa bumi dengan magnitudo 6.4, Jumat (6/2/2027) pukul 01:06 dinihari yang berpusat di Pacitan Jawa Timur, guncangannya terasa sangat keras hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk Kabupaten Bantul.
Pada sebagian wilayah di Kabupaten Bantul, guncangan gempa yang dirasakan warga seperti bumi bergetar kuat. Secara bersamaan aliran listrik padam. Hingga berita ini diturunkan gempa menyebabkan 15 orang luka dan 13 bangunan rusak.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Mujahid Amrudin, menjelaskan bangunan rusak terdiri rumah penduduk 7 titik, tempat Ibadah 2 titik, fasilitas pemerintah 1 titik, fasilitas pendidikan 2 titik dan fasilitas kesehatan 1 titik.
Adapun sebaran bangunan rusak di Kapanewon Imogiri, Jetis, Kapanewon Pundong, Kasihan, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Sedayu, Kapanewon Bantul dan Kapanewon Pajangan.
Dirawat di RS
Korban luka dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul ada 3 orang, RSUD Panembahan Senopati 6 orang, RSUD Saras Adyatma 2 orang, RSU Permata Husada 1 orang, RSU St Elisabeth 1 Orang, RSU Prambanan 1 orang dan Puskesmas Sanden 1 orang.
"Korban ada yang rawat jalan dan sudah kembali ke rumah. Ada juga yang patah tulang harus rawat inap," kata Mujahid.
Menyikapi kondisi tersebut, Mujahidin minta masyarakat jangan panik melainkan tetap waspada dan update informasi dari BMKG. "Untuk data korban ini terus bisa berubah karena proses pendataan masih berlangsung," katanya.
Warga Bantul selatan, Isnu Wiwoho (50) mengaku guncangan terasa sangat keras. Kemudian disusul aliran listrik padam. "Saya dan keluarga kaget, langsung lari keluar rumah walaupun bingung karena listrik padam," katanya. (*)
Sariyati Wijaya
