Senin, 18 Jan 2021,


kgpaa-paku-alam-x-menjadi-orang-pertama-diy-penerima-vaksin-sinovacWagub DIY, KGPAA Paku Alam X, menjadi orang pertama di DIY yang menerima vaksin Covid-19 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Kamis (14/1/2021). (yvesta putu ayu/koranbernas.id)


Yvesta Putu Ayu Palupi

KGPAA Paku Alam X Menjadi Orang Pertama DIY Penerima Vaksin Sinovac


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Vaksinasi Covid-19 tahap pertama akhirnya dilaksanakan, Kamis (14/1/2021). Sebanyak 15 dari 16 pejabat yang masuk daftar, seperti Forkominda, tokoh agama hingga organisasi profesi di DIY, mendapatkan vaksin Sinovac untuk pertama kalinya.

Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X, menjadi orang pertama di DIY yang menerima vaksin Covid-19. Tim medis dari RSUP Dr Sardjito, Edy Sukoco, bertugas menjadi vaksinator untuk menyuntikkan vaksin kepada Paku Alam X di Pendopo Kompleks Kepatihan Yogyakarta.


Selain Wagub, sang isteri GKBRAy Adipati Paku Alam dan Sekda DIY, Baskara Aji, juga menerima vaksin kali ini. Disusul Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar, Kabinda DIY Rudi Iskandar dan Kasi Pers Korem 072/Pamungkas Yohanes Yudy Catur Prihartanto. Kemudian, Direktur RSUP Dr Sardjito Rukmono Siswihanto, Kepala Dinas Kesehatan (kadinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie, Kabid Bidang Pengabdian Masyarakat IDI DIY Tri Widjaya, Sekretaris PPNI DIY Sri Arini Winarti, Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU DIY Fahmi Akbar Idris, Ketua PWM DIY Gita Danu Pranata, Parisada Hindu Dharma Indonesia DIY I Nyoman Warta, Permasbudhi DIY Ian Pasani serta KWI DIY Yudono Suwondo.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD DIY, Suharwanta, yang juga terdaftar sebagai penerima vaksin tidak hadir dalam kegiatan kali ini. Suharwanta seharusnya menjadi penerima vaksin kelima setelah Kapolda DIY.


Sri Sultan HB X dalam kesempatan ini mengungkapkan, vaksinasi ini dilakukan agar tercipta imunitas di masyarakat (herd imunity). Sehingga dapat menangkal penyebaran Covid-19.

Sultan memastikan BPOM sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac. Vaksin tersebut sudah memenuhi syarat keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy) 65,3 persen yang angkanya di atas patokan standar WHO 50 persen.

Masyarakat DIY diharapkan memiliki kesadaran untuk divaksinasi. Tanpa adanya sanksi yang diberlakukan, masyarakat diminta menjadi subjek untuk menangkal penyebaran Covid-19.

"MUI juga sudah memberikan sertifikasi halal pada vaksin tersebut. Karena itu vaksin Sinovac dinyatakan halal," jelasnya.

Dalam program vaksinasi ini, DIY menerima alokasi vaksin sebanyak 2.605.179 dosis. Didistribusikan dalam empat tahap, 26.806 dosis vaksin tahap pertama dibagikan pada tenaga kesehatan. Untuk tahap kedua akan dibagikan kepada 555.290 petugas publik.

Pada tahap ketiga, sebanyak 995.353 masyarakat rentan akan menerima vaksin. Sedangkan tahap keempat dibagikan ke 1.065.179 bagi pelaku ekonomi esensial dan masyarakat lainnya.

"Jika pengadaan vaksin lancar, DIY siap menyelesaikannya sampai dengan akhir tahun 2021 ini," kata Sultan. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini