Karaton Ngayogyakarta Memperkuat Diplomasi Budaya di Thai International Travel Fair 2026
Salah satu program yang paling banyak menyedot perhatian adalah Abdi Dalem Experience.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menegaskan perannya sebagai pusat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional melalui partisipasinya dalam Thai International Travel Fair (TITF) 2026 yang digelar di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, beberapa waktu lalu.
Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis Karaton memperkuat diplomasi budaya serta memperkenalkan kekayaan warisan budaya Yogyakarta kepada pasar pariwisata global, khususnya kawasan Asia Tenggara dan Eropa.
Berdasarkan laporan Travel and Tour World, ajang ini diposisikan sebagai motor penting pemulihan industri pariwisata pascapandemi, sekaligus ruang promosi tren wisata global yang semakin mengarah pada pengalaman autentik, berkelanjutan dan berbasis budaya.
Dalam forum strategis tersebut, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat hadir melalui Kawedanan Hageng Punakawan Nitya Budaya yang dipimpin oleh GKR Bendara. Operasional promosi dijalankan oleh Kawedanan Radya Kartiyasa, dengan keterlibatan aktif Divisi Marketing and Communication.
Wisata budaya
"Tim Karaton memperkenalkan tiga aset wisata budaya utama, yakni KgD Kedhaton, KgD Wahanarata dan KgD Tamansari, sebagai wajah Yogyakarta yang merepresentasikan keanggunan, filosofi serta keberlanjutan budaya Jawa," kata R Bagus Pradipta, staf urusan Marketing and Communication Kawedanan Radya Kartiyasa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/1/2026).
Ketiga destinasi tersebut diposisikan sebagai satu kesatuan narasi peradaban. KgD Kedhaton menampilkan inti kehidupan Karaton yang sarat nilai ritual, tata krama, dan filosofi Jawa yang masih dijalankan hingga kini. KgD Wahanarata mencerminkan harmoni antara manusia, budaya dan alam, sementara KgD Tamansari menghadirkan romantisme masa lalu melalui arsitektur dan simbolisme yang menyimpan lapisan makna sejarah.
Rangkaian promosi Karaton di Bangkok dimulai lebih awal melalui kegiatan coffee morning pada 19 Januari 2026 yang diikuti 15 travel agent berbasis di Thailand. Kegiatan ini diselenggarakan di Rembrandt Hotel Bangkok bekerja sama dengan mitra ticketing online system GlobalTix Group.
Forum tersebut menjadi pintu masuk memperkenalkan potensi wisata budaya Yogyakarta sekaligus membaca respons pasar terhadap produk-produk wisata berbasis sejarah dan tradisi.
Posisi Yogyakarta
Dalam pertemuan tersebut, para pelaku industri perjalanan menunjukkan antusiasme tinggi. Minat tidak hanya datang dari pasar wisatawan Thailand, tetapi juga wisatawan mancanegara dari Eropa dan Asia yang selama ini menjadikan Thailand sebagai hub perjalanan regional. "Ketertarikan ini memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi budaya yang memiliki daya saing di pasar internasional," ungkapnya.
Salah satu program yang paling banyak menyedot perhatian adalah Abdi Dalem Experience. Program ini menawarkan pengalaman langsung bagi wisatawan untuk berinteraksi dengan kehidupan Karaton, mengenal nilai pengabdian, ketulusan, serta filosofi hidup Jawa yang dijalani para abdi dalem.
Di mata pelaku industri pariwisata, program tersebut memiliki kekuatan diferensiasi yang sangat tinggi karena menawarkan pengalaman autentik yang tidak mudah direplikasi oleh destinasi lain.
“Beberapa atraksi wisata yang dimiliki Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, khususnya Abdi Dalem Experience, memiliki minat pasar yang sangat kuat dan berpotensi menjadi program utama dalam penjualan paket wisata ke Indonesia, terutama ke Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.
Destinasi unggulan
Dukungan terhadap promosi Yogyakarta juga datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok. KBRI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong promosi pariwisata Indonesia di Thailand, dengan Yogyakarta sebagai salah satu destinasi unggulan.
Kedekatan emosional dan kultural antara masyarakat Thailand dan Indonesia, khususnya melalui warisan Buddhis dan sejarah kawasan, dinilai menjadi modal penting dalam memperluas pasar wisata.
Selain kekuatan budaya, posisi strategis Yogyakarta yang berdekatan dengan Candi Borobudur, situs warisan dunia UNESCO yang turut menjadi nilai tambah signifikan. Borobudur memiliki kedekatan historis dan spiritual dengan masyarakat Thailand, sehingga memperkuat Yogyakarta sebagai pintu gerbang utama wisata budaya dan sejarah di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Partisipasi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat secara resmi berlangsung dalam rangkaian Thai International Travel Fair (TITF) 2026 yang digelar pada 22–25 Januari 2026. Pada periode ini, promosi dilakukan secara intensif melalui pameran, pertemuan bisnis, serta sesi jejaring dengan berbagai pelaku industri pariwisata internasional.
Paket wisata
Tingginya minat terhadap wisata budaya Karaton turut mendorong lahirnya konsep perjalanan yang lebih kreatif. Salah satunya adalah pengemasan paket wisata budaya Karaton yang dikombinasikan dengan moda transportasi kereta panoramic KAI Wisata.
Konsep ini dipandang sebagai solusi strategis mengingat belum tersedianya penerbangan langsung dari Thailand ke Yogyakarta, sehingga perjalanan darat dan kereta api tidak sekadar menjadi sarana transportasi, tetapi bagian dari pengalaman wisata yang berkelas dan berkesan.
Isu konektivitas penerbangan pun kembali mengemuka dalam sesi Business Matching bersama buyers dari berbagai negara. Diskusi ini mencerminkan tingginya permintaan pasar internasional terhadap Yogyakarta sebagai destinasi budaya unggulan, sekaligus membuka peluang pengembangan aksesibilitas pariwisata di masa mendatang.
Puncak partisipasi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat di TITF 2026 berlangsung 21 Januari 2026 melalui kegiatan Business Matching, Table Top Meeting dan sesi B2B. Lebih dari 20 travel agent dari Thailand terlibat dalam forum ini, bersama agen perjalanan dari Eropa, India dan Tiongkok yang berkantor di Thailand. Forum tersebut menjadi jalur konkret untuk membangun kerja sama pemasaran paket wisata budaya Yogyakarta ke pasar global.
Narasi sejarah
Keikutsertaan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat di TITF 2026 menegaskan komitmen Karaton mengangkat pariwisata budaya Indonesia ke panggung dunia melalui pendekatan yang elegan dan bermartabat.
"Dengan mengedepankan pengalaman autentik, nilai budaya, serta kekuatan narasi sejarah, Yogyakarta tidak hanya dipromosikan sebagai tujuan wisata, tetapi sebagai pusat peradaban yang menawarkan kedalaman makna, keindahan tradisi dan kesinambungan budaya yang relevan dengan dunia modern," ungkapnya. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
