JIWA Wedding Bazaar 2026 Digelar 6-8 Februari, Jadi Inspirasi Calon Pengantin

Sebanyak 55 vendor pernikahan terbaik di Yogyakarta akan berpartisipasi.

JIWA Wedding Bazaar 2026 Digelar  6-8 Februari, Jadi Inspirasi Calon Pengantin
Panitia Penyelenggara JIWA Wedding Bazaar 2026 di Pendopo Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (21/1/2026). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi pernikahan favorit di Indonesia. Bukan hanya karena kekayaan budaya dan romantisme kota, tetapi juga ekosistem industri pernikahan yang kian matang dan profesional. Hal itu tercermin dari persiapan digelarnya JIWA Wedding Bazaar 2026 oleh Jogjakarta International Wedding Association (JIWA) di Atrium Plaza Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat-Minggu, 6-8 Februari 2026.

Pameran pernikahan ini dirancang sebagai ruang temu yang aman, nyaman dan inspiratif bagi para calon pengantin yang sedang mempersiapkan hari bahagia. Sebanyak 55 vendor pernikahan terbaik di Yogyakarta akan berpartisipasi, mulai dari wedding organizer, dekorasi, busana pengantin, fotografi dan videografi hingga hiburan pernikahan.

Ketua JIWA sekaligus Ketua Penyelenggara JIWA Wedding Bazaar 2026, Ahwie, di Pendopo Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (21/1/2026), mengatakan acara ini bukan sekadar pameran melainkan wujud komitmen JIWA memberikan solusi nyata bagi calon pengantin.

“Melalui JIWA Wedding Bazaar, kami ingin membantu calon pengantin menemukan vendor wedding yang profesional dan terpercaya, sehingga proses persiapan pernikahan bisa berjalan lebih nyaman, aman dan menyenangkan,” ujarnya.

Angin segar

Menurut owner Lumos Entertainment itu, di tengah maraknya kasus penipuan dan vendor pernikahan yang tidak bertanggung jawab, JIWA Wedding Bazaar ibarat angin segar. Seluruh vendor yang tergabung dalam JIWA telah melalui proses kurasi ketat.

Tidak hanya berpengalaman minimal lima tahun, vendor juga harus memiliki rekam jejak yang baik serta mendapatkan rekomendasi dari pengurus dan anggota JIWA.

Proses seleksi dilakukan berlapis untuk memastikan kualitas dan integritas vendor. Rekomendasi dari tiga pengurus serta dua anggota menjadi syarat mutlak sebelum vendor dapat bergabung. Sistem ini dinilai efektif untuk menyaring vendor yang benar-benar profesional dan dapat dipercaya.

“Dengan mekanisme seperti ini, calon pengantin tidak hanya melihat portofolio, tetapi juga mendapatkan rasa aman karena vendor yang ditemui sudah melalui seleksi,” kata salah seorang pengurus JIWA.

Pergeseran selera

JIWA Wedding Bazaar 2026 juga menjadi cerminan perubahan tren pernikahan. Jika sebelumnya pernikahan kerap didominasi keputusan keluarga besar, kini pasangan pengantin semakin aktif menentukan konsep sesuai karakter mereka.

Vendor dekorasi dan wedding organizer yang terlibat mencatat adanya pergeseran selera ke arah konsep yang lebih personal dan minimalis. Warna-warna lembut seperti hijau, biru, dan palet natural masih menjadi favorit, dengan pendekatan desain yang simpel namun tetap memberi kesan wow.

“Sekarang klien ingin pernikahan yang simpel, elegan, tidak berlebihan, tapi tetap berkesan. Budget juga jadi pertimbangan penting,” ungkap Ranny Caroline, pengurus JIWA dari Kirei EO.

Dari sisi busana dan tata rias, tren juga mengarah ke tampilan natural. Make-up tidak lagi tebal, rambut ditata sederhana, menonjolkan karakter asli pengantin. Pendekatan ini banyak diminati generasi muda yang menginginkan pernikahan autentik dan tidak kaku. “Jadi tren pernikahan saat ini adalah gen Z yang simple tapi tetap wow,“ jelasnya.

Ikatan emosional

Tak hanya bagi warga lokal, Yogyakarta juga semakin diminati sebagai destination wedding. Banyak pasangan yang memiliki ikatan emosional dengan kota ini sejak masa kuliah, lalu memilih kembali ke Jogja untuk melangsungkan pernikahan.

Dengan biaya yang relatif lebih terjangkau dibanding kota besar lain, namun kualitas venue dan vendor yang kompetitif, Jogja menjadi pilihan rasional sekaligus emosional. Pilihan venue pun beragam, mulai dari pendopo klasik, ballroom hotel, hingga lokasi outdoor bernuansa alam.

“Jogja punya potensi besar. Dari venue sampai vendor, kami tidak kalah dengan kota besar lain. Bahkan sekarang kami semakin percaya diri memposisikan Jogja sebagai destinasi wedding utama,” ujar Vincent, pengurus JIWA dari Gurat Ungu.

Mengusung konsep bazaar, JIWA Wedding Bazaar 2026 menawarkan berbagai promo eksklusif yang hanya bisa didapatkan selama acara berlangsung. Tak hanya itu, pengunjung juga berkesempatan memenangkan Grand Prize berupa sepeda motor, iPad, serta voucher menginap di hotel bintang lima.

Ekonomi kreatif

Diselenggarakan bekerja sama dengan Plaza Ambarrukmo Yogyakarta dan didukung Grand Hotel De Djokja sebagai sponsor, acara ini diharapkan turut mendorong pertumbuhan industri wedding dan ekonomi kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta.

JIWA menargetkan JIWA Wedding Bazaar menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan, sekaligus referensi utama bagi calon pengantin dari dalam dan luar daerah, bahkan mancanegara, yang ingin mewujudkan pernikahan impian di Yogyakarta.

Dengan pendekatan kurasi ketat, tren yang adaptif, serta komitmen pada profesionalisme, JIWA Wedding Bazaar 2026 tidak hanya memberi inspirasi, tetapi juga rasa aman bagi calon pengantin dalam menapaki salah satu fase terpenting dalam hidup mereka. (*)