Jembatan Kenet Harus Segera Diperbaiki

Jembatan Kenet Harus Segera Diperbaiki

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Jembatan Kenet di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, fungsinya sangat vital bagi warga karena menjadi penghubung ke Bantul ataupun ke arah Gunungkidul. Jembatan yang dibangun sejak tahun 1995 tersebut saat ini kondisinya rusak akibat tergerus derasnya arus air di bawah jembatan. Bahkan kondisinya semakin memburuk paska ambles pada 22 Februari silam.

Camat Imogiri, Dra Sri Kayatun, mengatakan jembatan ini fungsinya sangat penting. Jika sampai ambruk, maka aktifitas warga akan terganggu. Warga harus berputar lewat jalur alternatif sejauh 8 kilometer lewat Parangtritis jika ingin menuju Bantul.

"Maka saat ini upaya yang dilakukan adalah dengan pemasangan bronjong dari karung yang diisi batu dan pasir," kata Sri Kayatun saat menerima kunjungan inspeksi mendadak (Sidak) jajaran Komisi C DPRD DIY, Senin (9/3/2020).

Upaya lain, lanjut Camat Sri Kayatun, adalah pembatasan volume ataupun jumlah kendaraan yang melintas. Sehingga warga bergiliran melakukan penjagaan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Gimmy Rusdin Sinaga, saat Sidak mengatakan jembatan ini sangat penting perannya. "Saya sudah lihat kondisinya, dan menurut saya ini darurat dan harus ditangani. Bisa nanti menggunakan dana tak terduga karena ini kebencanaan," katanya.

Jika tidak ditangani dan roboh, katanya, akan sangat merugikan baik dari akses pendidikan anak sekolah, akses ekonomi dan lainya. Jembatan ini menjadi kewenangan DIY untuk memperbaiki atau merevitalisasi. Namun demikian kabupaten diharapkan bisa ikut berpartisipasi.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Energi Mineral (DPUP dan ESDM), Bambang Ghoib, mengatakan untuk penanganan sementara dengan pembangunan bronjong membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 miliar. Tetapi jika akan dibangun secara permanen, anggaran diperkirakan Rp 8 miliar sampai Rp 10 miliar.

Sejak ambles, menurut Bambang, pihaknya sudah menginstruksikan dipasang sandbag, ditutup terpal serta dipasang police line. "Saat lewat juga harus bergantian," katanya. (eru)