Jalan Penghubung Jalur Selatan Pansela Jawa Retak-retak

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kebumen telah memasang papan informasi kerusakan jalan.

Jalan Penghubung Jalur Selatan Pansela Jawa Retak-retak
Salah satu lokasi kerusakan jalan di Kecamatan Petanahan Kebumen. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Jalan kabupaten penghubung Jalan nasional yang menjadi jalur utama selatan Jateng ke jalan Pantai Selatan (Pansela) Jawa saat ini kondisinya rusak ringan hingga rusak sedang.

Jalan dengan konstruksi beton itu retak-retak, pecah dan ambles pada sejumlah lokasi. Kondisi itu bisa berpotensi mengancam keselamatan kendaraan bermotor roda dua.

Apalagi malam hari, jalan tersebut sangat sedikit lampu penerangan jalan umum. Kerusakan itu rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Pengelola jalan ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kebumen telah memasang papan informasi kerusakan jalan.

Aspal ke beton

Pengamatan koranbernas.id, Rabu (5/11/2025), jalan penghubung sepanjang belasan kilometer setidaknya sepanjang lima kilometer kondisinya rusak. Jalan di Kecamatan Sruweng dan Petanahan ini selama lima tahun terakhir sebagian konstruksi diubah dari aspal ke beton. Pada jalan penghubung itu maksimum tonase kendaraan yang melintas delapan ton.

Di jalan penghubung itu pula kendaraan bermuatan barang dengan tonase belasan ton sampai puluhan ton sering terlihat melintas.

Kepala Dinas Perikanan Kawasan Permukiman Perhubungan Kebumen, Slamet Mustolkhah, beberapa waktu lalu mengungkapkan pihaknya sering melakukan penindakan terhadap kendaraan yang melintas disebabkan tonasenya melebihi kelas.

“Ketika tidak ada operasi penegakan pelanggaran kelebihan tonase, pelanggaran terjadi. Jalan itu jalan kabupaten, tonase kendaraan paling tinggi delapan ton," kata Slamet Mustolkah. (*)