Isyana Sarasvati hingga Jamrud Pukau Penonton Harmoni Svara 2026
Pertama kalinya dalam sejarah panjang Jamrud kami tampil dengan balutan orkestra penuh secara live.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Halaman Parkir Timur Stadion Maguwoharjo, Sleman berubah menjadi lautan manusia, Sabtu (16/5/2026) malam. Ribuan penonton memadati area konser Harmoni Svara 2026, sebuah perhelatan musik yang mempertemukan musisi lintas generasi dalam satu panggung besar dengan balutan aransemen orkestra.
Sejak sore, penonton mulai berdatangan. Suasana benar-benar memuncak ketika lampu panggung menyala dan para penampil mulai mengambil alih malam. Dari pop-punk, pop alternatif, hingga rock, seluruh penampilan dikemas dengan sentuhan simfoni yang menjadi benang merah konser yang untuk pertama kalinya digelar di luar Yogyakarta.
Rocket Rockers membuka malam dengan nostalgia dan energi pop-punk. Band asal Bandung, Rocket Rockers, menjadi salah satu penampil awal yang langsung memanaskan suasana. Tampil sekitar pukul 19:20, mereka membuka set dengan energi tinggi yang langsung disambut riuh penonton.
Di sela lagu pembuka, vokalis Aska Rocket Rockers sempat melontarkan kalimat PSS Sleman kembali ke Liga 1, yang sontak memancing sorakan panjang dari ribuan penonton.
Lintas generasi
Penampilan malam itu terasa spesial karena sekaligus menjadi bagian dari selebrasi 27 tahun perjalanan Rocket Rockers di industri musik. Sejumlah lagu andalan dibawakan, termasuk M.B.H.Y.M yang malam itu disisipi potongan lagu Bebas milik Iwa K, memunculkan nuansa nostalgia bagi penonton lintas generasi.
Tak hanya membawakan lagu lama, Rocket Rockers juga memperkenalkan karya baru berjudul Yang bernuansa religi kontemporer. Lagu yang dirilis selepas Lebaran itu disebut mengangkat keresahan generasi muda hari ini, mulai dari tekanan media sosial, kecemasan, hingga isu kesehatan mental, namun tetap membawa pesan spiritual.
“Bisa berdiri di sini, merayakan 27 tahun bersama kalian semua yang masih setia bernyanyi bersama kami, adalah sebuah kehormatan besar. Energi malam ini luar biasa,” kata Aska dari atas panggung.
Rocket Rockers membawakan ulang lagu Cinta Itu Sederhana, karya duo asal Yogyakarta, Langit Sore. Dihubungi terpisah, pencipta lagu sekaligus mantan personel Langit Sore, Kakung Triatmojo, mengaku senang karyanya mendapat ruang interpretasi baru di panggung besar. “Ikut senang karyanya bisa dinikmati dengan versi yang berbeda,” ujarnya.
Dinantikan
“Semoga penyanyi dan pencipta lagu aslinya juga bakal sering lagi memenuhi panggung-panggung di Jogja,” tambahnya.
Lagu itu disambut koor massal penonton sebelum Rocket Rockers menutup penampilan dengan Ingin Hilang Ingatan.
Masuk pukul 20:30, giliran Isyana Sarasvati mengambil alih panggung. Penampilannya menjadi salah satu yang paling dinantikan malam itu. Bersama SANSATION Orchestra, Isyana terlihat megah memukau penonton. Aransemen simfoni membuat lagu-lagu yang dibawakan terdengar lebih besar dan dramatis, tanpa kehilangan karakter aslinya.
“Saya sangat senang bisa menampilkan karya sejujur-jujurnya, termasuk dalam komposisi bersama Sans Creative Sensation Orchestra di Harmoni Svara 2026,” ujar Isyana.
Lagu baru
Malam itu juga menjadi momen spesial ketika Isyana memperdengarkan lagu baru berjudul Babel untuk pertama kalinya di depan publik. Lagu tersebut dijadwalkan rilis resmi pada 21 Mei 2026. Di atas panggung, Isyana mengaku momen tersebut sangat berarti baginya.
“Saya senang sekali mendapat kesempatan di panggung ini untuk memperkenalkan diri yang paling utuh, yang paling jujur dalam bentuk karya,” katanya.
Dia menyapa penonton dengan khas gaya akrabnya. “Piye kabare Cah Jogja? Apik ya. Lagu ini belum pernah aku bawakan sebelumnya. Jadi Jogja menjadi kota pertama Isyana membawakan lagu ini,” ujarnya disambut tepuk tangan penonton.
Dia menambahkan, “Jadi mohon maaf juga nanti kalau ada keseruan-keseruan di atas panggung karena ini pertama kali kita akan membawakan lagu Babel.
Lagu ikonik
Penampilan Isyana menuai respons positif dari penonton. Salah seorang pengunjung, Herlambang, mengaku terkesan dengan kolaborasi yang ditampilkan. “Kolaborasi dengan orkestra marai apik banget,” katanya.
“Kami mengaransemen ulang lagu-lagu ikonik ini menjadi komposisi simfoni yang megah tanpa menghilangkan intensitas aslinya. Fokus kami adalah memastikan energi antara orkestra dan para musisi tetap menyatu,” jelas Boris.
Sejumlah lagu dari album awal karier Isyana turut dibawakan malam itu. Sebagian besar setlist merepresentasikan fase bermusiknya saat ini.
Lebih megah
Sebagai penampil terakhir, Jamrud menutup malam dengan ledakan energi. Band rock legendaris itu membuktikan bahwa distorsi gitar dan orkestra dapat berpadu tanpa kehilangan karakter.
Lagu-lagu seperti Putri dan Ulang Tahun dibawakan dengan aransemen baru yang lebih megah, namun tetap mempertahankan warna rock khas Jamrud. Vokalis Krisyanto mengaku pengalaman tampil bersama orkestra penuh menjadi hal baru dalam perjalanan panjang bandnya.
“Ini pertama kalinya dalam sejarah panjang Jamrud kami tampil dengan balutan orkestra penuh secara live. Rasanya luar biasa sekali,” ujarnya dari atas panggung. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
