HUT ke-48 RSUD Sleman Ditandai Peresmian Klinik Gagal Jantung

Wujud komitmen rumah sakit meningkatkan penanganan penyakit kronis yang jumlahnya terus meningkat.

HUT ke-48 RSUD Sleman Ditandai Peresmian Klinik Gagal Jantung
HUT ke-48 RSUD Sleman Ditandai peresmian dua layanan unggulan terbaru, Kamis (27/11/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Menandai peringatan HUT ke-48, RSUD Sleman meresmikan dua layanan unggulan terbaru yakni Klinik Gagal Jantung serta Klinik Rehabilitasi Medik Anak (Klinik Mentari Ceria). Peresmian berlangsung Kamis (27/11/2025) di Ruang Pronojiwo lantai 5 dilanjutkan kunjungan ke kedua klinik itu.

Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Cahya Purnama M Kes, memimpin prosesi peresmian Klinik Gagal Jantung dan Klinik Mentari Ceria.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar RSUD Sleman, mulai dari dokter, perawat, bidan, tenaga pendukung, tenaga administrasi hingga seluruh unsur manajemen, atas dedikasi dan kerja keras tanpa lelah dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Bupati berharap RSUD Sleman semakin mantap memposisikan diri sebagai rumah sakit rujukan yang profesional, unggul, dan inovatif serta terus meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat.

Perjalanan panjang

Sementara itu, Direktur RSUD Sleman dr Wisnu Murti Yani M Sc menyampaikan peringatan HUT ke-48 RSUD Sleman tahun 2025 mengusung tema 48 Tahun Mengabdi: Maju, Peduli dan Bersinergi. Tema ini, mencerminkan perjalanan panjang RSUD Sleman dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Wisnu Murti menyampaikan beberapa capaian penting RSUD Sleman sepanjang tahun 2025 di antaranya Penghargaan WSO Angels Award Quartal-3 - Platinum Status, peringkat tertinggi kedua untuk tatalaksana stroke.

"Pencapaian ini menjadi bukti komitmen RSUD Sleman memberikan pelayanan cepat, tepat dan komprehensif bagi pasien stroke, mulai dari fase hiperakut hingga pasien pulang," kata Wisnu Murti.

Pencapaian lainnya adalah Sertifikat Penghargaan dari Kementerian Kesehatan sebagai Peringkat Pertama RSUD dengan Penggunaan/Belanja Alkes Dalam Negeri Tertinggi via E-Katalog di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam negeri

"Penghargaan ini menegaskan dukungan RSUD Sleman terhadap kebijakan pemerintah dalam memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri," jelasnya.

Menurut dia, perayaan ulang tahun kali ini menjadi momentum bersejarah karena sekaligus dilakukan peresmian Klinik Gagal Jantung dan Klinik Mentari Ceria.

Klinik Gagal Jantung merupakan wujud komitmen rumah sakit dalam meningkatkan penanganan penyakit kronis yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Sementara Klinik Mentari Ceria merupakan hasil optimalisasi layanan Klinik Rehabilitasi Tumbuh Kembang Anak, yang diharapkan mampu memberikan pelayanan lebih komprehensif bagi anak-anak yang membutuhkan terapi maupun rehabilitasi medis.

Semakin peduli

“Semoga di usia ke-48 tahun ini RSUD Sleman semakin kuat menjaga nilai-nilai pelayanan, semakin peduli terhadap kebutuhan masyarakat, serta semakin bersinergi untuk kemajuan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman,” ungkap Wisnu Murti.

Sebelum acara peresmian, RSUD Sleman menggelar Seminar Kesehatan bertema From Basic to Breakthrough: Optimizing Health Care for Heart Failure yang berlangsung secara hybrid.

Seminar dihadiri empat narasumber ahli di bidang kardiologi yakni dr Inggita Hanung S Sp JP FIHA, dr Hasanah Mumpuni Sp PD Sp JP(K), dr Irnizarifka Sp JP SubSp Ar (K) FIHA FAPSC FAsCC FHFA dan dr Adigama Priamas Febrianto Sp JP FIHA.

"Dengan diresmikannya dua layanan baru ini, RSUD Sleman semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan yang adaptif, inovatif dan terus berkomitmen pada keselamatan serta mutu pelayanan," kata Wisnu Murti. (*)