Dua Hari, 350 Santri Kemah di Pondok Pesantren Al Barokah Bantul

Wujud nyata pembinaan generasi muda berkarakter, religius dan nasionalis.

Dua Hari, 350 Santri Kemah di Pondok Pesantren Al Barokah Bantul
Kemah santri Sako SPN DIY di di Pondok Pesantren Al Barokah Kalurahan Murtigading Kapanewon Sanden Kabupaten Bantul. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Selama dua hari Sabtu dan Minggu (25-26/10/2025) sebanyak 350 santri dari perwakilan berbagai kabupaten/kota se-DIY mengikuti Kemah Santri Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) DIY Tahun 2025 di Pondok Pesantren Al Barokah Kalurahan Murtigading Kapanewon Sanden Kabupaten Bantul.

Tema kegiatan itu adalah Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia dengan sub tema Santri Hebat, Bangsa Bermartabat, Membumikan 29 Karakter. Kemah ini  merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025.

Acara dibuka Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY H M Iskak Budi Latihantoro MM selaku Andalan Daerah Urusan Satuan Kwarda DIY. Dalam sambutannya, Iskak menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus Sako SPN DIY dan seluruh panitia yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai wujud nyata pembinaan generasi muda berkarakter, religius dan nasionalis.

 “Kegiatan Kemah Santri ini merupakan kontribusi monumental dalam memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025. Semoga menjadi contoh dan inspirasi bagi satuan komunitas lain di seluruh Indonesia,” katanya.

Makna filosofis

Dia menegaskan bahwa tema kegiatan itu memiliki makna filosofis yang dalam yaitu mencerminkan peran sentral santri menjaga, mengisi dan membangun masa depan bangsa.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa santri merupakan aset bangsa yang memiliki kedalaman spiritual, semangat kebangsaan serta kompetensi sosial yang tinggi.

“Santri bukan hanya pewaris tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebaikan dan promotor kearifan lokal. Santri harus menjadi inisiator kemajuan dan akselerator peradaban bangsa,” tegasnya.

Kemah Santri Sako SPN DIY 2025 diisi berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif, seperti pelatihan keterampilan, teknologi terapan, hasta karya hingga kegiatan keagamaan dan budaya. Semua diarahkan untuk membentuk santri yang tangguh, mandiri dan berjiwa Pancasila.

Diskusi panel

Peserta memperoleh kesempatan berharga mengikuti diskusi panel bertema Integritas dan Hukum bagi Generasi Muda Jaksa Pesantren.

Kegiatan tersebut dihadiri Herwatan SH selaku Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY yang memberikan pembekalan penting mengenai nilai-nilai integritas, kejujuran dan penegakan hukum dalam kehidupan santri sehari-hari.

Herwatan menyatakan pentingnya membangun karakter santri yang tidak hanya taat beribadah tetapi juga menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab hukum di masyarakat. “Santri memiliki potensi besar menjadi generasi penerus bangsa yang bersih, adil dan berintegritas tinggi,” ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari santri, pembina dan perwakilan gugus depan dari berbagai kabupaten di DIY.

Ajang kebersamaan

Ketua Panitia Kemah Santri, Alex, menyampaikan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kebersamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter hukum dan moral bagi para santri.

“Melalui diskusi panel, kami berharap santri dapat memahami pentingnya nilai integritas dalam menegakkan kebenaran serta menjauhi perbuatan yang melanggar hukum,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara peserta dan narasumber, yang semakin memperkaya wawasan para santri mengenai peran hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)