Dosen UMBY Ikut Workshop Publikasi Scopus
Narasumber utama Dr Muhammad Chairul Huda MH selaku dosen UIN Salatiga yang juga Editor in Chief Jurnal IJTIHAD.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah dengan menyelenggarakan Workshop Strategi Publikasi Scopus dengan Bibliometric Analysis: Tools VOSviewer & Biblioshiny.
Kepala Humas UMBY, Widarta MM, melalui siaran pers ke redaksi koranbernas.id, Senin (17/11/2025), menjelaskan workshop diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-39 UMBY dengan narasumber utama Dr Muhammad Chairul Huda MH selaku dosen UIN Salatiga yang juga Editor in Chief Jurnal IJTIHAD.
"Ini adalah sebuah jurnal bereputasi yang telah terindeks Scopus pada Kategori Q1. Kegiatan berlangsung pada Rabu (12/11/2025) di Ruang Seminar Gedung Rektorat UMBY dengan dihadiri kurang lebih 35 dosen dan sivitas akademika UMBY," terang Widarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UMBY untuk mendorong dosen agar lebih produktif dan berhasil dalam mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal internasional bereputasi. Kehadiran narasumber dengan rekam jejak mengantarkan jurnal ke Scopus Q1 memberikan motivasi dan wawasan yang sangat berharga bagi seluruh peserta workshop.
Belajar trik
Dalam sambutannya, Dekan FKIP Nuryadi M Pd mengungkapkan analisis bibliometric ini sangat penting untuk melangkah ke jurnal Scopus. Nuryadi berharap workshop dapat membantu para akademisi dan peneliti di lingkungan UMBY untuk belajar trik-trik menembus publikasi di jurnal-jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus.
“Semoga kesempatan ini bisa kita manfaatkan dengan baik sehingga memberikan dampak dan manfaat yang positif. Diharapkan, kualitas dan kuantitas publikasi dosen UMBY di Scopus akan meningkat, yang pada akhirnya turut berkontribusi pada peningkatan reputasi akademik institusi,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Dr Chairul Huda mengungkapkan jurnal adalah publikasi ilmiah yang berdasarkan atas hasil penelitian baik field research (lapangan), library research maupun bibliometric.
“Jurnal memiliki kekhasan masing-masing dan antara satu dengan yang lain karakternya berbeda,” katanya.
Analisis data
Chairul Huda membahas tentang analisis bibliometric sebagai peta jalan penelitian. "Metode ini digunakan untuk memetakan arah, tren, dan fokus penelitian di masa depan berdasarkan analisis data publikasi ilmiah yang sudah ada," katanya.
Dia membagikan tips menulis artikel jurnal di antaranya artikel maksimal similarity 25 persen untuk jurnal nasional dan 20 persen untuk jurnal internasional, menggunakan bahasa yang benar, baik dan efektif (padat), menghindari typo, menyesuaikan teknik penulisan artikel dengan gaya selingkung yang mengacu pada scope, author guideline, template, citation style dan mempelajari artikel yang sudah terbit pada jurnal yang dituju. (*)
Sariyati Wijaya
