Dosen Agroteknologi UMBY Sulap Gulma Siam Jadi Pupuk Organik Cepat Saji di SMK Perkebunan MM 52

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMBY melatih siswa SMK Perkebunan MM 52 Yogyakarta mengolah gulma siam menjadi pupuk kompos organik. Inovasi ramah lingkungan ini menggunakan metode fermentasi cepat yang berpotensi menjadi peluang bisnis baru bagi sekolah

Dosen Agroteknologi UMBY Sulap Gulma Siam Jadi Pupuk Organik Cepat Saji di SMK Perkebunan MM 52
Tim dosen UMBY memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar gulma siam kepada siswa dan guru di SMK Perkebunan MM 52 Jalan Kenari Umbulharjo Kota Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Gulma siam selama ini kerap dicap sebagai tanaman pengganggu yang merugikan sektor pertanian. Namun di tangan para akademisi, tanaman liar ini disulap menjadi produk bernilai guna tinggi yang mendukung kelestarian alam. Langkah nyata inilah yang diinisiasi oleh Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kota Yogyakarta.

Melalui rilis resmi kepada koranbernas.id pada Kamis (21/11/2026), Kepala Humas dan Kerjasama UMBY, Widarta MM, menjelaskan bahwa tim dosen UMBY telah terjun langsung memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar gulma siam kepada siswa dan guru di SMK Perkebunan MM 52, Jalan Kenari, Umbulharjo.

Agenda yang berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Dr. Bambang Nugroho bersama anggota tim Dr. Didiet Heru Swasono dan Nanda Mei Istiqomah, M.P. Langkah strategis ini sengaja diambil guna mendongkrak pengetahuan serta keterampilan taktis generasi muda dalam mengelola limbah organik pertanian secara mandiri.

Inovasi Fermentasi Kilat Pengubah Formula Kompos

Ketua Tim Pengabdian UMBY, Dr. Bambang Nugroho, memaparkan bahwa gulma siam sebenarnya menyimpan kandungan bahan organik yang sangat melimpah. Potensi besar inilah yang menjadikannya sangat cocok sebagai bahan baku kompos ramah lingkungan.

Pemanfaatan vegetasi liar tersebut menjadi solusi sederhana namun berdaya dampak masif untuk menunjang pertanian berkelanjutan dengan memaksimalkan material yang tersedia melimpah di alam sekitar.

Dalam sesi praktik yang berjalan interaktif, Bambang menguraikan formula khusus pengolahan yang mereka bawa. Proses pembuatan diawali dengan mencacah daun serta batang gulma siam hingga ukuran kecil. Potongan tersebut kemudian disemprot secara merata menggunakan campuran larutan EM4 dan gula pasir.

Adonan hijau ini selanjutnya disimpan rapat di dalam wadah kedap cahaya agar proses fermentasi berjalan optimal. Hebatnya, para peserta hanya perlu mengaduk bakal kompos ini sekali sehari selama empat hari berturut-turut hingga pupuk organik dinyatakan matang dan siap diaplikasikan ke tanaman.

Peluang Bisnis Baru dari Kurikulum Praktis Sekolah

Metode kilat yang diajarkan oleh tim dosen Agroteknologi UMBY ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah karena dinilai jauh lebih efisien dibandingkan teknik pengomposan konvensional yang memakan waktu berminggu-minggu.

Guru SMK Perkebunan MM 52, Dewi Susilowati, mengakui bahwa ketersediaan gulma siam yang melimpah dan waktu matang yang super cepat membuat pelatihan ini menjadi referensi pembelajaran baru yang sangat menarik bagi guru maupun siswa. Pihak sekolah bahkan langsung bergerak cepat merencanakan integrasi materi pembuatan kompos gulma siam ini ke dalam kurikulum mata pelajaran internal mereka.

Antusiasme senada juga ditunjukkan oleh para siswa, salah satunya Randy, yang berharap edukasi praktis berbasis sains lapangan seperti ini bisa rutin digelar demi memperluas cakrawala berpikir anak muda. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan ini tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan pupuk internal sekolah semata.

Hasil produksi kompos berbasis gulma siam karya para siswa SMK Perkebunan MM 52 ini ke depan diproyeksikan masuk ke ranah komersial sebagai peluang bisnis kreatif untuk dipasarkan luas kepada masyarakat umum. (*)