Desa Krandegan Peroleh Pompa Tenaga Surya 15 PK Bantuan PT Agros Global Indonesia
Sistem ini beroperasi mandiri tanpa listrik PLN maupun bahan bakar minyak bumi.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Desa Krandegan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo mengoperasikan pompa air tenaga surya 15 PK, bantuan PT Agros Global Indonesia. Pompa itu mulai difungsikan bersamaan dengan peringatan Hari Bumi 2026.
PT Agros Global Indonesia merupakan perusahaan penyedia pompa tenaga surya untuk solusi irigasi pertanian. Kali ini memperkenalkan teknologi irigasi modern berkapasitas 200 m³ per jam untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di tengah sawah Pedukuhan Bojong Wetan RT 2 RW 3 desa setempat mempertemukan petani, perangkat desa, Dinas Pertanian dan mitra keuangan. Tujuannya mendorong peralihan dari irigasi berbahan bakar minyak bumi ke energi surya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Merayakan Bumi berarti membangun pertanian masa depan. Kami ingin menunjukkan teknologi tepat guna bisa memberi solusi nyata bagi petani,” ujar Max Jean Nelen, CEO PT Agros Global Indonesia.
Beroperasi mandiri
Pada acara tersebut, Agros mendemonstrasikan pompa tenaga surya 15 PK yang sepenuhnya mengandalkan panel surya. Berbeda dengan pompa konvensional, sistem ini beroperasi mandiri tanpa listrik PLN maupun bahan bakar minyak bumi.
Pompa tenaga surya 15 PK cocok untuk lahan menengah hingga besar. Distribusi air hingga 200 m³ per jam mampu mengairi puluhan hektar dalam satu siklus. Energi panel surya, tanpa emisi karbon langsung dan ketahanan dirancang untuk kondisi lapangan Indonesia dengan infrastruktur listrik terbatas. Perawatan sistem modular yang bisa ditangani teknisi lokal.
Ke depan, Agros pasang target perluasan program ke desa-desa lain di Indonesia, terutama wilayah dengan potensi pertanian besar namun minim infrastruktur energi.
Agros Global Indonesia menyediakan solusi pertanian berkelanjutan, salah satunya Aerosol Pump, pompa air tenaga surya ramah lingkungan. Perusahaan ini berkomitmen membantu petani Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan teknologi demi ketahanan pangan nasional.
Panen tiga kali
Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, mengatakan awalnya pihaknya menggunakan pompa air berbahan bakar minyak bumi, setiap hari biayanya sekitar Rp 500 ribu.
"Tahun 2024 Desa Krandegan juga mendapat bantuan pompa air tenaga Surya dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Sebelumnya petani kami hanya bisa panen satu tahun sekali, dengan pompa air tenaga surya bisa panen tiga kali setahun," jelasnya.
Dia menambahkan dampak langsung teknologi surya tersebut bagi petani Krandegan adalah tidak lagi terbebani biaya bahan bakar yang fluktuatif. Ketersediaan air yang stabil juga memungkinkan perluasan musim tanam dan peningkatan produktivitas.
Menurutnya, keberhasilan program ini ditopang kolaborasi multi-pihak. Agros bekerja sama dengan pemerintah desa, Dinas Pertanian dan kelompok tani Gapoktan sejak tahap perencanaan.
Bayar setelah panen
Dukungan skema pembiayaan fleksibel seperti bayar setelah panen atau yarnen juga dibuka agar petani bisa mengakses teknologi tanpa modal besar di awal.
Dwinanto menambahkan acara tersebut untuk syukuran kecil-kecilan atas keberhasilan dalam beberapa waktu. Syukuran tersebut atas prestasi Krandegan tahun 2026 sebagai Juara 3 Nasional Lomba Desa Digital Kemendes, Juara I Desa Digital Unggulan Nasional dari Detikcom dan juara I Desa Mandiri Energi Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Wakil Bupati (Wabup) Purworejo Dion Agasi Setyabudi memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Krandegan atas inovasinya menggunakan pompa air tenaga surya.
"Sudah saatnya kita alih energi, jika menggunakan bahan bakar bumi lama kelamaan akan krisis. Pompa air tenaga surya sangat membantu produksi pertanian, ke depan keberhasilan di Desa Krandegan menjadi motor penggerak di Kabupaten Purworejo," kata Dion di sela acara didampingi Forkopimda. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
