Dengan Strategi Ini Partai Ummat Siapkan Kader-kader Muda
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Partai Ummat sebagai partai yang baru saja mendapatkan pengesahan Kementerian Hukum dan HAM RI, mulai ancang-ancang menyiapkan kader-kader muda untuk mengisi ruang kepemimpinan bangsa ke depan dengan strategi leadership engineering.
Kesiapan ini disampaikan langsung Ketua Umum Partai Ummat Dr Ing Ridho Rahmadi S Kom MSc pada diskusi publik hari pertama dalam rangka Tasyakuran Partai Ummat DIY dengan tema Perspektif dari Jogja untuk Indonesia 2045, Jumat (3/9/2021).
“Strategi leadership engineering dalam proses perkaderan bangsa di Partai Ummat akan dimulai dari proses rekrutmen kader (inisiasi), pembinaan dan peningkatan kapasitas sampai dengan kriteria capaian,” ungkapnya.
Ridho Rahmadi memberi memberi catatan, problem utama dalam konteks kaderisasi di partai politik saat ini cenderung terfokus dalam tahap inisiasi dan proses pembinaan, tetapi lemah dalam melakukan evaluasi untuk kriteria capaian, sehingga kader yang mengisi di ruang publik kualitasnya banyak yang terabaikan.
“Partai Ummat sebagai partai baru akan fokus dalam pengkaderan dengan menggunakan tiga pendekatan tersebut sehingga diharapkan dari proses pengkaderan yang dilakukan akan mampu melahirkan kader-kader bangsa yang pareto optimality atau kader paripurna baik dari aspek pengetahuan, sikap dan juga keterampilan dalam kepemimpinan,” kata Ridho.
Akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Phil Ridho Al Hamdi MA yang juga menjadi salah satu pembicara diskusi secara daring dengan zoom meeting tersebut menyoroti pragmatisme politik yang terjadi dalam proses Pemilu di Indonesia saat ini.
Menurut dia, pragmatisme politik terjadi karena aturan yang telah dibuat tentang ambang batas parlemen (parliamentary threshold), d imana parpol berlomba-lomba dengan model potong kompas mencari calon yang mempunyai kepopuleran seperti artis dan tokoh masyarakat.
Dampaknya adalah parpol mengabaikan proses penting kaderisasi di wadah parpol itu sendiri, sehingga tidak lagi bicara kualitas kader tapi lebih bagaima kandidat yang diangkat menjadi caleg yang mampu mendulang suara sebanyak mungkin (vote getter).
Ridho juga menyoroti kondisi saat ini. Menurut dia, demokrasi sudah mengarah ke liberalisasi demokrasi yang pada ujungnya melahirkan oligarki politik. Partai Ummat sebagai partai baru diharapkan bisa menjadi tumpuan harapan melakukan perubahan, sehingga kaderisasi bangsa melalui partai politik bisa berjalan dengan baik. “Partai politik bisa menjadi rumah besar untuk menyemai kader bangsa yang akan berkiprah di semua level kepemimpinan,” ucapnya.
Pembicara lainnya, Syamsudin SPd MA yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu Politik Universitas Proklamasi 45 berharap Partai Ummat bisa membuat satu model pengkaderan bangsa dengan pendekatan berjenjang sampai basis warga, yaitu tingkat Rukun Warga (RW).
Selain itu, kader Partai Ummat juga bisa menjadi solusi bagi warga, termasuk memberikan pendidikan politik kepada warga secara berkelanjutan.
Diskusi yang dihadiri oleh pengurus, simpatisan Partai Ummat dan masyarakat umum yang tidak hanya dari DIY, tapi meluas dari daerah-daerah lain di Indonesia. Diskusi dipandu Happy Susanto SSos MA yang merupakan dosen pengajar di STIA AAN Yogyakarta.
Diskusi Publik dalam rangka Tasyakuran Partai Ummat DIY berlanjut hari ini Sabtu (4/9/2021) dengan tema Umat Islam sebagai Tulang Punggung Demokrasi yang menghadirkan Prof Dr Bambang Cipto guru besar Fisipol UMY, Jazir ASP selaku Dewan Syuro Masjid Jogokaryan maupun Tarli Nugroho, seorang praktisi dan pengamat ekonomi kerakyatan. (*)
Siaran Pers
