Rabu, 20 Jan 2021,


buah-manggis-jadi-maskot-pilkada-purworejoPengenalan maskot Pilkada 2020 Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. (w asmani/koranbernas.id)


asmani

Buah Manggis Jadi Maskot Pilkada Purworejo

Rasanya Manis, Lembut dan Tidak Pernah Bohong
SHARE

KORANBERNAS.ID -- Buah manggis dijadikan sebagai maskot Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Purworejo yang dijadwalkan berlangsung 23 September 2020.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Drs Dulrokhim, mengatakan dipilihnya manggis karena bentuknya bulat dan rata.

  • Klaten Belum Mampu Tera Ulang Alat Ukur, Ini Alasannya
  • Sudah Miskin Masih Juga Merawat Difabel

  • "Buah mangis itu bentuknya bulat merata dan tangkai satu di atas. Harapannya pemimpin memiliki sifat adil, merata dan melindungi masyarakat Purworejo," terangnya pada Peluncuran Pilkada Purworejo 2020 di Alun-alun Purworejo, Minggu (1/12/2019).

    Buah manggis selain lembut rasanya juga manis dan bagus untuk kesehatan. Maksudnya pemimpin mampu menganyomi masyarakat.

  • Difabel Selamatkan Perusahaan Batik di Ambang Kritis
  • Masih Ada Blank Spot di DIY

  • Buah ini juga tidak pernah bohong. Di luar ruasnya lima maka di dalam buahnya juga ada lima. Hal itu  menggambarkan pemimpin yang dipilih hendaknya jujur, tidak bohong, apa yang diucapkan sama dengan perbuatannya.

    Peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo 2020 ditandai pelepasan balon, burung merpati dan jingle lagu untuk Pemilukada Purworejo 2020.

    Asisten 1 Pemerintahan Purworejo, Sumharjono S Sos MM mewakili Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mengatakan, pemerintah menyambut baik diangkatnya uah manggis yang merupakan buah lokal khas Purworejo.

    Sejumlah 270 daerah di seluruh Indonesia memiliki agenda politik pemilukada pada 23 September 2020, salah satunya Kabupaten Purworejo.

    "Pesta demokrsi tersebut merupakan pemilihan langsung untuk menentukan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo," ungkap Sumharjono.

    Dia berharap pilkada terselenggara dengan baik. "Kita juga perlu mendorong peran serta masyarakat dalam pertumbuhan politik agar tidak timbul gesekan," ujarnya.

    Wajar apabila terjadi pola pandang politik yang berbeda. Itulah iklim demokrasi.

    “Partisipasi pemilih harus ditingkatkan agar kita bisa menyiapkan pesta demokrasi di Purworejo dengan baik,” kata dia. (sol)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini