BNPB Memodifikasi Cuaca, Cegah Banjir di Beberapa Daerah
Modifikasi cuaca merupakan upaya jangka pendek mengurangi banjir lebih parah di pantai utara Semarang.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mencegah terjadinya banjir di beberapa daerah. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi curah hujan di suatu daerah dialihkan ke daerah lain yang diperkirakan curah hujannya lebih rendah.
"Operasi modifikasi cuaca dimulai 23 Oktober 2025 sampai dengan sekarang," kata Suharyanto, Kepala BNPB, ketika meresmikan jembatan Weton Kulon di Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen, Selasa (4/11/2025).
Menurut dia, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), sejumlah daerah di Jawa Tengah curah hujannya lebat. Jika curah hujan harian di suatu daerah 150 mm, sebagian daerah seperti sebagian Kabupaten Kebumen terjadi banjir.
"Operasi modifikasi cuaca juga mengurangi banjir di pantai utara Semarang,” kata Suharyanto. Modifikasi cuaca merupakan upaya jangka pendek mengurangi banjir lebih parah di pantai utara Semarang.
Rawan gempa
Pada bagian lain dia menyampaikan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan sejumlah upaya di daerah rawan gempa megathrust untuk mencegah korban jiwa.
Upaya itu di antaranya pemasangan Early Warning System (EWS) di sejumlah lokasi di pantai. Alat itu akan berbunyi jika terjadi gempa berpotensi tsunami. "Ketika terjadi tsunami sudah ada petunjuk evakuasi," kata Suharyanto.
Di Indonesia, lanjut dia, tidak ada kabupaten/kota dengan Indek Risiko Bencana (IRB) rendah. Dari 514 kabupaten/kota, lebih dari 150 kabupaten/kota IRB-nya tinggi, lebih dari 300 kabupaten/kota IRB-nya sedang.
Kejadian bencana di Indonesia hampir setiap hari. "Tahun 2025 sampai November terjadi 2.900 bencana alam," kata Suharyanto.
Dana hibah
Bencana menyebabkan kerusakan infrastruktur di daerah bencana. Tidak semua kabupaten/kota mampu melakukan rehabilitasi infrastruktur yang rusak.
Suharyanto mengingatkan daerah penerima dana hibah rehabilitasi agar melaksanakan pekerjaan itu dengan baik. Jika penggunaan dana hibah ada masalah hukum yang ditangani kejaksaan atau kepolisian, selama lima tahun tidak diberikan dana hibah rehabilitasi.
"Pelaksanaan pembangunan jembatan Weton Kulon baik, sehingga usulan dana hibah untuk jembatan lain disetujui," katanya.
Pelaksanaan pekerjaan jembatan Weton Kulon 55 hari lebih cepat dibandingkan kontrak kerja. Jembatan yang dibangun dengan dana hibah BNPB tahun anggaran 2025 sebesar Rp 14,23 miliar menghubungkan Desa Weton Kulon (Puring) dan Desa Rangkah (Buayan). (*)
Nanang W Hartono
