Bantul Siap Sambut Pemudik, Kru Angkutan dan Ojol Dites Narkoba

Mari kita menjadi tuan rumah yang ramah dan mari kita ciptakan musim lebaran yang aman, nyaman dan menyenangkan.

Bantul Siap Sambut Pemudik, Kru Angkutan dan Ojol Dites Narkoba

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul mempersiapkan dengan matang agar musim mudik lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 berjalan lancar, aman dan menyenangkan. Berbagai upaya dilakukan. Selain penyiapan personel yang siaga setiap saat, pembuatan pos pantau arus lalu lintas, kelengkapan infrastruktur dan rambu jalan maupun petugas, juga memperhatikan kondisi kru angkutan dan pengemudi ojek online (ojol).

Para kru angkutan dan pengemudi ojol dites kesehatannya meliputi tes alkohol dan tes bebas narkoba di Terminal Palbapang Bantul, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul, Dinas Kesehatan Bantul dan Sat Resnarkoba Polres Bantul.

Tampak hadir di lokasi Kepala Dinas Perhubungan Bantul Singgih Riyadi SE MM, Kabid Angkutan Toto Pamudji Rahardjo A KS, Kabid Lalu Lintas Irawan Kurnianto S STP dan Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah SE MM.

Di Lokasi, kru angkutan dan ojol tampak antre melakukan pendaftaran. Kemudian mereka melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan serta tes tensi darah. Setelah itu, melakukan tes alkohol dengan cara meniup alat yang disediakan petugas. Ketika hasilnya menunjukkan angka nol maka dinyatakan negatif.

Kru angkutan dan pengemudi ojol menjalani pemeriksaan kesehatan, tes narkoba dan tes minuman beralkohol di terminal Palbapang Bantul, Selasa (10/3/2026). (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Para kru angkutan dan ojol selanjutnya menjalani tes narkoba. Semua diambil urine dan dimasukan wadah untuk kemudian dicek memakai alat. Hasil tes bisa langsung diketahui saat itu juga tanpa menunggu waktu lama.

“Tes tidak memerlukan waktu lama. Kami melaksanakan tes seperti ini sudah beberapa kali untuk kru angkutan utamanya menjelang musim lebaran,” kata Arfin Munajah.

Dari hasil tes ketika dinyatakan negatif akan dikeluarkanya surat bebas narkoba. Jika ada yang hasilnya positif akan ditelisik apakah memang pengguna atau ada kandungan dalam obat yang dikonsumsi orang tersebut yang terkadang saat dites bereaksi.

Singgih Riyadi mengatakan pemeriksaan untuk kru angkutan dan ojol adalah sudah ketiga kalinya. Pemeriksaan dilakukan menjelang musim lebaran Idul Fitri guna memastikan semua kru angkutan sehat dan layak berkendara. Ini sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas karena faktor manusia (human error).

Tes untuk mengetahui kadar alkohol. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

“Kita ingin memberikan rasa aman dan nyaman pada pengguna transportasi umum dengan memastikan semua kru angkutan dalam kondisi sehat. Termasuk para ojol juga ikut diperiksa,” kata Singgih.

Diharapkan dengan adanya pemeriksaan tersebut menumbuhkan kesadaran pada diri kru angkutan untuk senantiasa menghindari minuman beralkohol ataupun menggunakan narkoba. Jika mengemudi dalam pengaruh miras ataupun narkoba bisa berakibat fatal termasuk kecelakaan yang tidak hanya merugikan secara material namun juga bisa menyebabkan kehilangan nyawa.

Menghadapi momen Lebaran Idul Fitri, Dinas Perhubungan Bantul juga melakukan Ramp Check (Ramcek) untuk angkutan lebaran. Ramp Check adalah kegiatan inspeksi keselamatan atau pemeriksaan teknis secara menyeluruh untuk memastikan kelaikan jalan kendaraan angkutan umum dan barang.

“Kita melakukan pengecekan guna memastikan kendaraan laik jalan dan menghindari hal yang tidak diinginkan,” kata Toto Pamudji Rahardjo AKS, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Bantul.

Dinas Perhubungan Bantul melakukan Ramp Check kendaraan. (istimewa)

Kegiatan ini rutin dilakukan oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) bersama pihak kepolisian. Adapun yang diperiksa adalah aspek administrasi meliputi pemeriksaan kelengkapan surat-surat seperti STNK, SIM, Kartu Pengawasan dan Buku Uji (KIR).

Lalu, aspek teknis utama meliputi pengecekan pada sistem pengereman, kondisi ban, sistem kemudi, lampu-lampu (depan dan belakang), serta sabuk keselamatan.

Sedangkan aspek teknis penunjang meliputi pemeriksaan wiper (penghapus kaca), klakson, kaca spion, alat pemadam api ringan (APAR) utamanya pada mobil tangki dan palu pemecah kaca untuk keadaan darurat utamanya pada bus.

Diharapkan dengan Ramp Check ini akan mampu meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat faktor teknis kendaraan, memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan laik jalan sebelum beroperasi dan mendorong operator angkutan umum untuk selalu menjaga standar perawatan armada mereka.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Bantul, Toto Pamudji Rahardjo AKS. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Kendaraan yang dinyatakan lulus pemeriksaan akan ditempeli stiker khusus lulus uji ramp check sebagai tanda bahwa kendaraan aman untuk digunakan oleh masyarakat.

“Kami berharap semua operator angkutan mematuhi ketentuan, dan mari kita ciptakan angkutan yang aman dan nyaman bagi semua,” kata Toto.

Bupati Kabupaten Bantul H Abdul Halim Muslih mengatakan Pemerintah Kabupaten siap menghadapi momen lebaran Idul Fitri 2026. Segala persiapan telah dilakukan dalam berbagai sektor.

Termasuk ketersediaan komoditas pangan strategis terjamin dan mencukupi dengan harga yang terjangkau. Begitu pula pelayanan publik utamanya bidang kesehatan, dalam kondisi terjamin.

Jumpa pers kesiapan Pemda Bantul menghadapi momen Lebaran Idul Fitri 2026, Selasa (10/3/2026) sore. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

“Kita siap menyambut para pemudik. Mari kita menjadi tuan rumah yang ramah dan mari kita ciptakan musim lebaran yang aman, nyaman dan menyenangkan,” kata bupati saat jumpa pers di Kantor Pemda Parasamya, Selasa (10/3/2926) sore.

Didampingi para asisten, para Kepala OPD dan Direktur RS Panembahan Senopati, dr Atthobari MPH, bupati menyatakan masyarakat tetap harus mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi yang diperkirakan akan terjadi hingga April mendatang. Bagi masyarakat yang menemui kebencanaan bisa telepon ke 112.

Sementara apabila menemukan gangguan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) serta kelengkapan jalan lainnya bisa ke nomor hotline Dishub Bantul di nomor  08113103133 (24 jam).

“Maksimal 1 x 24 jam pengaduan kita tindak lanjuti. Dan untuk LPJU kita ada patroli setiap malam guna mengecek dan memastikan LPJU berfungsi dengan baik guna mendukung kelancaran arus lalu lintas,” tambah Singgih Riyadi, Kepala Dinas Perhubungan Bantul.

Wakil Ketua II DPRD Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti ST. (istimewa)

Titis Ajeng Ucapkan Selamat Datang Pemudik

Wakil Ketua II DPRD Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti ST, menyampaikan ucapan selamat datang kepada para pemudik yang akan memasuki Bumi Projotamansari ini.

Berdasarkan hasil survei dan proyeksi Dinas Perhubungan (Dishub) serta Kementerian Perhubungan, perkiraan jumlah pemudik atau mobilitas orang yang keluar-masuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada masa libur Lebaran 2026 mencapai 8 juta hingga 8,2 juta orang. Di antaranya masuk Bantul yang diprediksi 2 juta hingga 3 juta orang.

‘Kami menyampaikan selamat datang kepada para pemudik. Dan saya mengajak kepada masyarakat Bantul untuk marilah kita sambut saudara-saudara kita yang ada di perantauan dengan sebaik-baiknya, Berikan tamu kita rasa aman dan nyaman,” kata politisi Gerindra tersebut di kantornya, Selasa (10/3/2026).

Titis juga mengharapkan kepada para pelaku atau pengelola destinasi wisata untuk menyiapkan obyek wisata semaksimal mungkin terutama aspek keamanan, kenyamanan dan kebersihan. Tidak lupa menerapkan   sapta pesona, diantaranya dengan selalu bersikap ramah kepada semua pengunjung dan memberikan kenangan atau kesan yang baik.

Wisata berkesan

“Jangan ada yang melakukan aji mumpung dan harga ‘nuthuk’ baik makanan, parkir atau yang lain. Tapi mari kita ciptakan wisata yang berkesan sehingga pengunjung kelak ingin kembali datang ke Bantul,” katanya.

Adapun berbagai obyek wisata menarik yang ada di Bantul di antaranya bentangan Pantai selatan mulai Pantai Parangtritis di sisi timur hingga Pantai Baru di sisi barat dengan panjang 17 kilometer.

Lalu, ada hutan pinus di wilayah Dlingo dan berbagai desa wisata seperti gerabah Kasongan, batik Giriloyo (Imogiri) dan Wijirejo (Pandak), batik nitik Trimulyo (Jetis), kerajinan kulit Manding. “Mangga silakan berwisata dan menikmati liburan di Bantul,” kata Titis. (adv)