Perlu Hati-hati Menghadapi Turbulensi Remaja

Perlu Hati-hati Menghadapi Turbulensi Remaja
Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY menggelar acara Ramadan Talk: "Diskusi Pemuda Istimewa yang digelar Ruang Kolaborasi Pemuda" di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Yogyakarta, Senin (9/3/2026) sore. (Istimewa).

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY menggelar acara Ramadan Talk: "Diskusi Pemuda Istimewa yang digelar Ruang Kolaborasi Pemuda"  di  Auditorium Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Yogyakarta, Senin (9/3/2026) sore.

Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dan pelajar dari berbagai sekolah dengan menghadirkan tiga narasumber, yakni Guru Besar FIK UNY Prof. Dr. Djoko Pekik, Wakil Ketua Karang Taruna DIY, Muhammad Pranasik Faihaan, dan Wakil Ketua PW Muhammadiyah DIY, Iwan Setiawan. Adapun moderator  adalah Annisa Dini.

Ketua RKP DIY, Muhammad Asruri Faishal Alam, mengatakan diskusi digelar sebagai bentuk kepedulian anak muda terhadap maraknya pemberitaan kejahatan jalanan di Yogyakarta.

"Kita sebelumnya telah melakukan  berbagai kegiatan  preventif seperti sosialisasi di sekolah-sekolah, pemasangan spanduk peringatan, hingga pemetaan titik rawan di wilayah Yogyakarta dan Bantul," katanya.

Faishal ingin energi anak muda, baik mahasiswa maupun pelajar, disalurkan ke kegiatan positif. Harapannya, upaya-upaya ini bisa membantu menekan angka kejahatan jalanan di Yogyakarta.

Melalui forum diskusi tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami penyebab kenakalan remaja, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.

Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto menyebut fenomena kenakalan remaja sebaiknya tidak dilihat sekadar sebagai perilaku menyimpang, melainkan sebagai fase yang ia istilahkan sebagai “turbulensi remaja.”

Menurutnya, masa remaja merupakan fase pertumbuhan kedua setelah bayi yang ditandai dengan lonjakan energi dan perubahan psikologis yang cepat.

Ketika energi tersebut tidak tersalurkan dengan baik, maka bisa memicu perilaku negatif seperti kekerasan jalanan.

“Turbulensi remaja bisa dipicu banyak faktor, mulai dari keluarga yang kurang harmonis, stres akademik, lingkungan pergaulan hingga pengaruh media sosial,” kata Djoko. (*)