Angkipu Kolaborasi dengan FSTVLST Tampil di Cherrypop 2025
Penampilan ini menjadi salah satu sorotan di Cherrypop edisi keempat yang digelar 9-10 Agustus 2025 di Lapangan Panahan Kenari Yogyakarta.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Debu Lapangan Panahan Kenari pekat mengudara saat ketika ribuan langkah penonton berderap menuju panggung utama Cherrypop Festival 2025, Minggu (10/8/2025) malam.
Jarum jam menunjukkan pukul 22:35 ketika lampu panggung meredup, lalu denting intro Menangisi Akhir Pekan, lagu peninggalan masa FSTVLST masih bernama Jenny itu mengalun. Sambutan sorak-sorai festivalist, sebutan bagi penggemar setia mereka, langsung membuncah.
Tak lama kemudian, latar putih panggung yang menampilkan logo band yang terbentuk di kampus seni rupa ISI Yogyakarta pada tahun 2003 mendadak berubah merah menyala.
Inilah momen lagu Gas kolaborasi FSTVLST dengan seniman visual Angki Purbandono alias Angkipu, yang dikenal lewat karya scanografy-nya. Belasan tiang tinggi berjejer di sekitar panggung, masing-masing mengibarkan bendera dengan visual cetakan karyanya.
Bersuara lantang
Di tengah hentakan musik, vokalis Farid Stevy bersuara lantang, Ada One Piece di antara kita semua. Beri ruang bendera yang masuk dari kiri dan kanan panggung. "Kalau ada yang punya bendera One Piece, silakan tautkan di tiangnya," ujar Farid.
Arahan itu tak sekadar retorika. Beberapa menit kemudian, seorang penonton benar-benar menautkan bendera bajak laut bertopi jerami tersebut pada salah satu tiang.
Gelombang bendera, cahaya merah dan teriakan penonton seolah menciptakan gelanggang sendiri di tengah festival. Setlist mereka malam itu padat energi: Manifesto, Hujan Mata Pisau, Mati Muda, hingga Menantang Rasi Bintang.
Farid sesekali menyelipkan pesan, salah satunya tentang pentingnya ruang aman di skena musik, tentang pilihan-pilihan orang yang tidak bisa memilih serta pesan untuk mengapresiasi diri sendiri dan orang lain.
Mencairkan suasana
Namun, momen paling menggelitik datang tanpa rencana. Saat Farid jeda berbicara, dari panggung sebelah terdengar lantang Anything You Want milik Reality Club. Penonton FSTVLST pun spontan ikut menyanyikannya, disusul teriakan bercanda.
Penampilan ini menjadi salah satu sorotan di Cherrypop edisi keempat yang bertema Gelanggang Musik. Festival yang digelar 9-10 Agustus 2025 di Lapangan Panahan Kenari ini memang dirancang sebagai ruang temu lintas disiplin.
Selain musik, ada kolaborasi visual, fesyen, pameran arsip hingga pasar kreatif. Bagi FSTVLST, kolaborasi dengan Angkipu malam itu bukan hanya soal estetika panggung, tetapi juga tentang menciptakan ruang ekspresi yang menyatukan musik, visual, dan interaksi penonton.
Ketika lampu panggung akhirnya meredup, dan riuh tepuk tangan memenuhi udara malam Yogyakarta, satu hal yang terasa jelas adalah FSTVLST bukan sekadar tampil tetapi mereka membangun pengalaman. Dan seperti bendera karya-karya Angkipu yang berkibar malam itu, ingatan akan momen ini akan terus berkibar di benak para festivalist. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
