Alun-alun Pancasila Kebumen Tidak Lagi Seperti Pasar Tiban

Beberapa pengguna jalur jogging dan jalan kaki mengaku lebih nyaman.

Alun-alun Pancasila Kebumen Tidak Lagi Seperti Pasar Tiban
Suasana Alun-alun Pancasila Kebumen, Sabtu (18/4/2026) pagi. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Suasana Alun-alun Pancasila Kebumen, Sabtu (18/4/2026) pagi, tidak lagi seperti pasar tiban. Pedagang kaki lima (PKL) maupun jasa mainan anak-anak tidak terlihat lagi.

Pada beberapa lokasi di seputaran alun-alun terlihat sejumlah petugas Satpol PP Kebumen, Kodim 0709 Kebumen dan Polres Kebumen berjaga. Beberapa orang yang menjual jasa tampak terlihat tapi tidak menggelar usaha.

Beberapa pengguna jalur jogging dan jalan kaki mengaku lebih nyaman dengan tidak adanya permainan anak, seperti mobil mobilan dan motor-motoran listrik. menggelar usaha di pinggiran area jogging dan jalan kaki.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan UKM dan Koperasi Kebumen, Haryono Wahyudi, mengatakan pedagang kaki lima diizinkan membuka usaha Sabtu malam dan Minggu malam. Namun hanya sisi selatan dan barat Alun-alun Pancasila.

Di luar waktu

Pengamatan koranbernas.id ketika pengawasan sedang longgar, pedagang kaki lima dan jasa permainan anak menggelar usaha di luar waktu dan tempat yang ditentukan.

Pada sore hari, usaha jasa permainan anak menggelar jasa di pinggiran area jogging dan membiarkan penyewa menyusuri area jogging dan jalan kaki.

Beberapa pengguna area jogging dan jalan kaki berharap hak berusaha dan hak pejalan kaki bisa saling menghargai.

"Beberapa waktu lalu terlihat gerobak pedagang kaki lima ditinggal begitu saja, kawasan jadi kumuh," ujar seorang pengunjung. Jika perilaku pedagang seperti itu dibiarkan, kawasan alun-alun terkesan tidak teratur. (*)