akrabi-tensi-cegah-penyakit-mematikanBeksan Langen Wanoro ditarikan Vian Radytha diikuti semua peserta saat saat peringatan HKN ke 55 tahun di Puskesmas Sedayu II Bantul, Jumat (15/11/2019).(istimewa)


sri-wijaya

AKRABI TENSI, Cegah Penyakit Mematikan

SHARE

KORANBERNAS.ID--Penyakit darah tinggi (hipertensi), menjadi salah satu silent killer (pembunuh diam-diam-red). Karena memang gejalanya tidak Nampak, dan jarang yang merasakan.

Tetapi ketika hipertensi menyerang, penderita akan mengalami komplikasi dan banyak penyakit yang mendera. Seperti stroke, jantung, gagal ginjal, gula dan penyakit lainnya.


Baca Lainnya :

Maka, untuk mengatasi agar terhindar dari penyakit hipertensi, hal yang bisa dilakukan adalah dengan periksa rutin ke berbagai fasilitas kesehatan termasuk puskesmas. Manakala sudah di atas usia 15 tahun, minimal 1 tahun sekali atau bisa 6 bulan sekali.

Pemeriksaan kesehatan menyeluruh termasuk cek tensi atau tekanan darah, cek gula darah, mengukur Tinggi Badan (TB) dengan Berat Badan (BB) atau disebut Indeks Masa Tubuh (IMT), serta pemeriksaan lain yang diperlukan. Jika sudah mencapai tensi 140/90, maka harus dilakukan pengobatan rutin.


Baca Lainnya :

Demikian dikatakan oleh Kepala Puskesmas Sedayu II Bantul, dr Yosep Dony Kurniadi Sandya didampingi tenaga sanitarian Eni Susanti, kepada koranbernas.id di sela acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, di Puskesmas setempat, Jumat (15/11/2019).

Untuk mensosialisasikan hal tersebut, dalam peringatan HKN dilakukan pula Deklarasi AKRABI TENSI dan juga 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Deklarasi diikuti Muspika dan lintas sektoral di Sedayu, lurah, dukuh, kader dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sedayu II, yang meliputi Desa Argorejo dan Argodadi.

Juga digelar Gebyar Senam berupa Senam SKJ 84, SKJ 88, Senam Aerobic dan diakhir dengan Senam AKRABI TENSI (senam anti stroke)

“Hipertensi ini tidak ada gejalanya. Tahu-tahu penderita sudah terkena. Jadi sebaiknya cek rutin kesehatan. Karena berdasar penelitian yang dilakukan ke masyarakat, yang memeriksakan diri rutin baru 20 persen. Karena kadang orang merasa baik-baik saja,” kata Dokter Dony.

Biasanya orang baru akan periksa, ketika hipertensi sudah berdampak kepada tubuh seperti sakit komplikasi tadi.

“Maka ayo lakukan AKRABI TENSI untuk mencegahnya. Namun kalau tensi sudah 140/90, tetap harus pengobatan rutin,”katanya.

Adapun AKRABI TENSI, menurut Dony adalah (A)tasi Stress, (K)elola garam, (R)ajin minum obat (jika tensi 140/90-red), (A)ktivitas Fisik, (B)erobat rutin, (I)stirahat cukup, (T)imbang berat badan,. (E)nyahkan asap rokok, (N)o Kafein,(S)ingkirkan Miras serta (I)si piringku dengan sayur dan buah.

“Kita juga sudah deklarasi dan kampanyekan ini di tingkat kecamatan bersamaan dengan upacara Hari Pahlawan 10 November lalu,” tambah Dony.

Eni Susanti mengatakan 5 pilar STBM ini meliputi “Jangan Buang Air Besar (BAB) sembarangan, cucilah tangan pakai air sabun yang mengalir, olah dulu air minum seperti merebus dan simpan makanan di tempat aman, sediakan tempat sampah jangan buang sampah sembarangan serta amankan limbah dari dapur dan cucian kita, agar jangan mencemari lingkungan”.

“Kalau yang nomor satu yakni soal BAB kita sudah bersih dalam artian tidak ada yang sembarangan. Warga sudah BAB pada tempatnya ,”katanya.

Sementara untuk empat pilar yang lain akan terus disosialisasikan bersama dengan kader kesehatan dan pemangku kepentingan terkait ke tengah masyarakat. (SM)


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini