atas1

Musim Tanam Padi Mundur Tiga Bulan

Selasa, 26 Nov 2019 | 19:18:55 WIB, Dilihat 789 Kali
Penulis : Nanang WH
Redaktur

SHARE


 Musim Tanam Padi Mundur Tiga Bulan Kemarau panjang mengakibatkan tanah di persawahan retak-retak. Rumput liar pun tidak tumbuh, seperti nampak di Kecamatan Adimulyo, Kebumen. (Nanang WH/koranbernas.id)

Baca Juga : Dikemas Apik, Wayang Kulit Dipentaskan dengan Nuansa Modern


KORANBERNAS.ID--Akibat kemarau panjang tahun ini, Musim Tanam (MT) I padi tahun 2019-2020, diperkirakan mundur hingga 3 bulan. Awal olah tanah MT I, baru bisa dimulai Januari 2020, setelah memasuki musim hujan dan volume air Waduk Wadaslintang dan Sempor mencukupi. Padahal, musim taman padi semestinya mulai 1 Oktober 2019.

Kepada koranbernas.id, Selasa (26/11/2019), Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen Ir Tri Haryono memperkirakan, petani baru mengolah lahan sawah, setelah musim hujan dan air waduk cukup.

Diperkirakan baru Januari 2020, kondisi itu terjadi.

Dikatakan, cadangan air Waduk Wadaslintang sebenarnya memadai. Namun tidak bisa dialirkan sebelum musim hujan.

“Jika dengan pompa air, dari analisa usaha tani kurang menguntungkan,“ kata Tri Haryono.

Penggunaan pompa air hanya disarankan jika musim kemarau datang lebih awal. Jika awal musim hujan belum pasti, saran penggunaan pompa air untuk mencukupi kebutuhan tanam padi, tidak dilakukan.

Meskipun olah sawah mundur 3 bulan, Dinas Pertanian dan Pangan, tidak khawatir produksi padi akan berkurang. Pada MT II petani diharapkan tebar pethuk, yakni menebar benih sebelum masa panen raya. Sehingga MT II 2019–2020 sampai September 2020,diharapkan masih musim hujan. (SM)



Selasa, 26 Nov 2019, 19:18:55 WIB Oleh : warjono 464 View
Dikemas Apik, Wayang Kulit Dipentaskan dengan Nuansa Modern
Selasa, 26 Nov 2019, 19:18:55 WIB Oleh : Sari Wijaya 252 View
Tahun 2035 Indonesia Siap Jadi Negara Digital
Selasa, 26 Nov 2019, 19:18:55 WIB Oleh : Nila Jalasutra 321 View
Belum Semua Rumah Sakit di Sleman Memanfaatkan Fasilitas LADA MANIS

Tuliskan Komentar