Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo Prioritaskan Pengelolaan Sampah

Masih ada sejumlah permasalahan yang belum tuntas, salah satunya pengelolaan sampah.

Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo Prioritaskan Pengelolaan Sampah
Serah terima jabatan Walikota Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Hasto Wardoyo resmi menjabat Walikota Yogyakarta setelah serah terima jabatan dari Pj Walikota Sugeng Purwanto di Ghra Pandawa Balaikota Timoho, Senin (3/3/2025).

Dalam acara yang disaksikan Sekretaris Daerah DIY Beny Suharsono itu, Hasto menegaskan komitmennya melanjutkan program-program yang telah berjalan, termasuk menyelesaikan persoalan sampah yang masih menjadi tantangan utama kota ini.

Sugeng Purwanto dalam sambutannya mengungkapkan meskipun tugasnya selama sembilan bulan sebagai Pj Walikota telah berjalan baik, masih ada sejumlah permasalahan yang belum tuntas, salah satunya adalah pengelolaan sampah.

"Alhamdulillah, kami bisa menyelesaikan tugas kami dengan baik. Namun, persoalan sampah yang sempat menjadi krisis masih perlu perhatian lebih. Kami berharap di bawah kepemimpinan Pak Hasto dan Pak Wawan, masalah ini dapat dituntaskan,” ujar Sugeng.

Sumbu filosofi

Selain itu, Sugeng juga menyoroti keberhasilannya menjaga ketertiban selama Pemilukada 2024 serta menertibkan kawasan sumbu filosofi sesuai amanat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Hasto Wardoyo mengungkapkan terima kasih atas pengabdian Sugeng Purwanto dan menegaskan akan melanjutkan program yang telah dirintis demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Tentu akan kami lanjutkan berbagai program yang sudah dijalankan demi kepentingan warga Yogyakarta,” kata Hasto.

Dalam sambutannya, Hasto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Yogyakarta akan bertumpu pada tiga faktor utama, yakni belanja pemerintah, investasi, dan pemberdayaan UMKM.

Langkah strategis

Dia menyatakan pentingnya kebijakan hilirisasi dan industrialisasi sebagai langkah strategis untuk mendorong percepatan ekonomi daerah.

Hasto juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, dengan menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu prioritas.

"Angka harapan hidup perempuan di Yogyakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia. Pemberdayaan perempuan harus menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan daya saing SDM di kota ini,” katanya.

Dia menegaskan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi akan tetap menjadi fokus utama dalam pemerintahannya. Dengan berbagai program strategis yang telah disiapkan, Hasto optimistis membawa Yogyakarta menuju kemajuan yang lebih baik, selaras dengan visi pembangunan yang telah dirancang. (*)