Unwidha Buka Prodi Baru Diploma III Farmasi, Tunggu SK Menteri
Tahun akademik 2025/2026, Unwidha menerima 4.987 mahasiswa baru dari berbagai daerah dan 20 program studi.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Sejumlah 415 mahasiswa baru (maba) Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten tahun akademik 2025/2026 mengikuti kuliah umum secara langsung di auditorium Kampus Unwidha Jalan Ki Hadjar Dewantara Desa Karanganom Kecamatan Klaten Utara, Senin (15/9/2025). Kuliah umum yang dihadiri langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dipandu oleh salah seorang pengajar Unwidha, Rizky Windar Amalia.
Dalam sambutannya Wakil Rektor I Unwidha, Purwo Haryono menyampaikan pada tahun akademik 2025/2026, Unwidha menerima 4.987 mahasiswa baru dari berbagai daerah dan 20 program studi (prodi) yang diselenggarakan, namun tidak semuanya diundang mengikuti kuliah umum.
Purwo Haryono menambahkan, dalam waktu dekat Unwidha Klaten juga akan membuka prodi baru Diploma III Farmasi yang sudah mendapatkan persetujuan dan tinggal menunggu SK dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
"Tidak semua mahasiswa baru bisa mengikuti kuliah umum ini secara langsung karena sebagian mahasiswa berasal dari program pendidikan profesi guru dan telah menjalani orientasi pada bulan Juli dan Agustus kemarin. Sementara sebagian mahasiswa program magister atau S2, termasuk yang berasal dari hasil kerja sama dengan Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB punya jadwal tersendiri," katanya.
Jaga ketertiban
Purwo berharap agar mahasiswa berperan aktif tidak hanya kegiatan akademik, tapi juga kegiatan sosial kemasyarakatan. "Jadilah mahasiswa yang kritis, peduli dan inovatif serta ikut dalam menjaga ketertiban dan ketentraman lingkungan dan tentu saja berkontribusi dalam mewujudkan Klaten yang maju, makmur, sejahtera dan berkelanjutan," pintanya.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam materinya menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Klaten di atas angka Nasional dan Provinsi Jawa Tengah. Bahkan angka harapan hidup di Klaten bisa sampai 77,30 tahun.
"Angka kemiskinan di Klaten masih dua digit, inflasi sampai pada puncaknya di tahun 2022 karena Covid-19," ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Klaten itu. (*)
Masal Gurusinga
