Unjuk Rasa di DPRD Purworejo Akhirnya Batal Digelar
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Demo yang akan menyuarakan aspirasi rakyat di gedung DPRD Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Senin (1/9/2025) batal dilakukan. Petugas keamanan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP siaga sejak siang hingga sore hari.
Para anggota DPRD Purworejo dan Wakil Bupati Purworejo berada di dalam gedung, bermaksud menyambut kehadiran demonstran. Namun hingga pukul 17.00 wib pengunjuk rasa tidak datang.
Sebelumnya pada Sabtu (30/8/2025) muncul isu mahasiswa UMP merapat di kampus untuk melakukan demonstrasi. Saat itu bersamaan dengan karnaval SD dan SMP. Namun hingga karnaval selesai, isu demo yang dimotori mahasiswa UMP tidak berlangsung. Namun pada Minggu (31/8/2025) terjadi penyerangan di Mako Brimob Kutoarjo. Aksi tersebut berhasil dilumpuhkan oleh aparat keamanan dan pelaku kerusuhan mundur.
Kemudian pada Minggu pagi muncul siaran, akan berlangsung demo (unjuk rasa) yang dilangsungkan pada Senin (1/9/2025) dengan koordinator lapangan (korlap) Andi Mahesta Ketua GMNI Cabang Purworejo.
Namun pada Minggu siang (31/8/2025) melalui siaran pers yang dikirim ke media menyatakan, Mahesta Andi Sanjaya Ketua GMNI Cabang Purworejo bukan korlap pada aksi unjuk rasa di DPRD (1/9/2025). Bahkan dia menyatakan unjuk rasa pada Senin (1/9/2025) batal.
Kemudian pada Minggu malam (31/8/2025) muncul seruan #Save Purworejo, bersama menjaga agar tetap damai. Flyer tersebut secara serentak menjadi status WhatsApp dan beredar di media sosial. Dan, pada Senin (1/9/2025) benar-benar tidak terjadi unjuk rasa (demo) baik dari mahasiswa atau elemen masyarakat lainnya.
GMNI Cabang Purworejo, yang semula disebut menjadi penggerak aksi damai membantah keterkaitan GMNI sebagai koordinator lapangan (korlap) aksi yang digelar hari ini. Ketua DPC GMNI Purworejo, Mahesta Andi Sanjaya melalui surat terbuka menyampaikan hal tersebut.
Dalam surat tanggal 31 Agustus itu, Andi menyampaikan klarifikasi dan pernyataan sikap, bahwa pencantuman nama Ketua DPC GMNI Purworejo sebagai korlap (koordinator lapangan) aksi Senin, 1 September 2025 adalah HOAX dan tidak benar adanya.
"Secara tegas, DPC GMNI Purworejo menyatakan tidak mengikuti aksi demonstrasi pada Senin, 1 September 2025. Mari seluruh kader dan simpatisan untuk tetap menjaga semangat juang dengan mengutamakan keselamatan serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan," sebut Andi dalam siaran persnya.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan tuntutan, mendesak dilakukannya evaluasi kinerja pemerintah, DPRD, aparat serta berbagai komponen penyelenggara Negara. Ia menuntut agar negara benar-benar mendengarkan aspirasi rakyat serta tidak membebani masyarakat dengan kebijakan yang justru menyulitkan kehidupan rakyat. Ia menilai perlu menghadirkan teladan kesederhanaan dan empati dari para elit negara sebagai contoh nyata bagi masyarakat.
GMNI menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk menjaga fasilitas publik, karena seluruh sarana tersebut dibangun dari pajak rakyat, sehingga kerusakannya akan merugikan rakyat sendiri. Mereka juga menuntut adanya keterbukaan informasi dari Pemerintah Kabupaten Purworejo dan pihak-pihak terkait mengenai kasus Mini Zoo. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
