Toreh Banyak Prestasi, Sleman Tuan Rumah Media Trip KLA 2019

Toreh Banyak Prestasi, Sleman  Tuan Rumah Media Trip KLA 2019

KORANBERNAS.ID -- Kabupaten Sleman terpilih menjadi salah satu tuan rumah Media Trip Kabupaten Layak Anak (KLA) 2019. Media Trip berlangsung dua hari ini mengunjungi beberapa Kecamatan, Sekolah, hingga Desa hingga Rukun Warga (RW) ramah anak di Kabupaten Sleman.

Hari kedua media trip KLA mengunjungi ruang bermain ramah anak di Taman Denggung, Sleman, Kamis (19/9/2019) pagi. Peserta yang terdiri dari berbagai media dari Ibukota cukup takjub mengamati anak-anak Taman Kanak-kanak yang menggunakan setelan pakaian daerah yang sedang mengekplorasi ragam permainan luar ruang yang dipasang di sisi selatan lapangan Denggung.

Kamis Pahing memang merupakan hari wajib menggunakan pakaian adat Yogyakarta bagi pegawai Instansi pemerintah seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tak hanya itu, kebijakan ini juga diikuti oleh pelajar beberapa sekolah di DIY termasuk TK Denggung yang sedang bermain di Ruang Bermain Ramah Anak, Taman Denggung.

“Anak Sleman, Anak Kita Semua”. Slogan tersebut bukanlah sekadar kata-kata bagi Kabupaten Sleman. Prestasi yang ditoreh Sleman selama ini lahir dari kesadaran warga, akhirnya membawa Kabupaten Sleman meraih peringkat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya.

“Selain meraih predikat KLA kategori Nindya, Kabupaten Sleman juga memiliki komitmen dalam melindungi 274.192 anak di Sleman atau 30% dari anak seluruh DIY. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang ditoreh Kabupaten Sleman," tutur Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N Rosalin.

"Dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak memang harus ditumbuhkan oleh seluruh orang dewasa atau dua per tiga penduduk Indonesia. Bayangkan, setiap tahun usia korban anak yang mengalami kekerasan semakin muda, dari yang tahun lalu berusia 18 bulan, sekarang menjadi 8 bulan,” imbuhnya.

Beberapa prestasi yang telah diraih Kabupaten Sleman di antaranya penghargaan inovator pengembangan KLA kluster pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya, juara 2 Nasional kategori Desa Inovasi dari Kemendes PDTT, Pengembangan Forum Anak Terbaik 2019, Taman Denggung sebagai Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) terbaik 2019, serta Pelopor Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Terbaik Mandiri 2019.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan upaya perlindungan anak memang telah lahir dari kesadaran warganya. “Warga biasanya mengerti jumlah keluarga yang ada di wilayah mereka, jumlah anak yang dimiliki masing-masing keluarga tersebut, anak tersebut bersekolah di mana, hingga seseorang yang bertamu ke rumah tetangga mereka. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Sleman telah memiliki kesadaran bahwa mereka berkewajiban untuk menjaga anak-anak di wilayah mereka,” ujar Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun menambahkan tidak hanya orang dewasa, anak-anak pada jam-jam tertentu juga keluar bermain dengan tetangga-tetangga mereka tanpa gawai. Selain itu mereka juga seringkali pergi ke musala pada waktu magrib untuk mengaji.

"Pembangunan karakter seperti inilah yang Sleman inginkan, tidak hanya cerdas intelektual, namun juga cerdas sosial, emosional dan spiritual, serta bisa menyelesaikan masalah dengan “rembugan” atau musyawarah," pungkasnya. (yve)