Tokoh Muda DPRD Sleman Gelar Bimtek, Bekali Petani Teknik Modern Sebelum Tebar Benih

Anggota DPRD Sleman Syukron Arif Muttaqin gelar Bimtek Budidaya Ikan di KPI Mina Trimukti Tama, Seyegan. Persiapan tebar benih nila melalui program Pokir untuk perkuat ekonomi warga

Tokoh Muda DPRD Sleman Gelar Bimtek, Bekali Petani Teknik Modern Sebelum Tebar Benih
Anggota DPRD Sleman Dr Syukron Arif Muttaqin berdialog dengan anggota KPI Mina Trimukti Tama Seyegan, usai pelaksanaan Bimtek, Rabu (11/02/2026). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Trimukti Tama yang berlokasi di Dusun Kamal Wetan, Kelurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, kini tengah bersiap memasuki babak baru dalam pengelolaan perikanan darat. Melalui program Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Dr Syukron Arif Muttaqin S.E, MPA, para petani mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek) Demplot Budidaya Ikan pada Rabu (11/2/2026).

​Kegiatan ini merupakan langkah awal dari rangkaian pemberdayaan ekonomi masyarakat. Syukron Arif Muttaqin, legislator dari Fraksi PKB, menjelaskan bahwa pembekalan teori sangat krusial dilakukan sebelum bantuan fisik diturunkan.

Ini tahap pertama. Kita berikan bimbingan teknis dulu agar petani punya pengetahuan yang matang. Mulai dari pengelolaan air hingga sistem pembesaran. Rencananya, April nanti kita akan tebar 110 kg bibit ikan nila beserta bantuan pakan untuk satu masa panen selama tiga bulan, ujar Syukron di sela acara.

​Teknis Budidaya: Dari Sterilisasi Hingga Vaksinasi

​Dalam Bimtek tersebut, para petani yang didampingi mempelajari teknik krusial untuk menghindari gagal panen. Salah satu poin utamanya adalah sterilisasi kolam sebelum pakan diberikan.

​Air yang masuk ke kolam harus diendapkan selama satu hingga dua minggu hingga muncul plankton sebagai pakan alami. Selain itu, penggunaan eceng gondok disarankan untuk membantu sterilisasi air secara alami. Mengingat dinamika cuaca di Seyegan, kewaspadaan terhadap penyakit menjadi prioritas.

Kita berikan trik agar terhindar dari penyakit, termasuk pemberian vitamin dan vaksinasi ikan. Kami ingin saat bibit ukuran isi 50 ekor per kilogram ditebar di kolam seluas 500 meter persegi nanti, tingkat kematiannya rendah dan hasilnya optimal, tambah Syukron.

​Tantangan Infrastruktur dan Harapan Kolam Semi-Permanen

Sekretaris kelompok tani Anwar Sanusi mengungkapkan, ​Mina Trimukti Tama saat ini mengelola sekitar 50 kolam di atas tanah kas desa seluas total 8.000 meter persegi. Meski telah berjalan selama 15 tahun dan terbukti menopang ekonomi warga, kelompok ini masih menghadapi kendala irigasi, terutama saat kemarau panjang.

​Saat ini, sistem pematang masih menggunakan tanah (bagorisasi) yang rawan longsor. Warga berharap ke depan ada dukungan untuk mengubah kolam menjadi semi-permanen dengan semen agar lebih awet dan pengelolaan limbah sisa pakan lebih terkontrol guna mencegah ikan kembung.

Budidaya ikan ini sangat membantu ekonomi kami, terutama untuk kebutuhan mendadak. Ada kolam yang isinya bisa dijual sewaktu-waktu. Apalagi kalau dikelola dengan benar seperti ilmu yang didapat hari ini, ungkap salah satu dari 15 anggota kelompok yang hadir.

​Program ini diharapkan tidak hanya menjadi bantuan musiman, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Kamal Wetan dan sekitarnya. (*)