TMMD Sengkuyung I Tahun 2026 Dibuka, Bupati Klaten: Untuk Pemerataan Pembangunan
Mengedepankan kolaborasi antara TNI/Polri, pemda, warga masyarakat.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung I Tahun 2026 di wilayah Kodim 0723/Klaten berlangsung di lapangan Desa Pandes Kecamatan Wedi Klaten, Selasa (10/2/2026). Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bertindak sebagai inspektur upacara dalam acara tersebut.
Hadir jajaran Forkompimda Klaten, pimpinan OPD, camat Wedi, Camat Kalikotes, kepala desa di wilayah Kecamatan Wedi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tim penggerak PKK.
Ditemui usai memimpin upacara, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan TMMD Sengkuyung I Tahun 2026 dimaksudkan untuk pemerataan pembangunan dengan mengedepankan kolaborasi antara TNI/Polri, pemda, warga masyarakat.
"Kegiatan ini yang pertama tahun 2026. Program ini lebih ke pemerataan pembangunan. Ada kegiatan fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik berupa betonisasi jalan dan pembangunan talud. Sedangkan nonfisik sosialisasi wawasan kebangsaan, administrasi kependudukan (adminduk). Kegiatan ini kolaborasi TNI,Polri, pemda, stakeholder, pemerintah desa dan masyarakat," kata bupati.
Empat kali
Ditanya mengapa kegiatan dilaksanakan di Desa Pandes? Bupati menjawab usulan-usulan dilanjutkan verifikasi dan disepakati bersama.
Sementara itu, Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto menyampaikan TMMD dilaksanakan empat kali dalam setahun. Tahap 1, 2 dan 3 adalah TMMD Sengkuyung dan tahap 4 TMMD Reguler.
TMMD dilaksanakan kolaborasi TNI, Polri, pemda, pemerintah desa dan masyarakat untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Klaten.
Kepala Desa Pandes, Heru Purnomo, merasa bersyukur desanya menjadi lokasi TMMD Sengkuyung I Tahun 2026. Program fisik betonisasi jalan, kata dia, akan membuka akses Jalan Usaha Tani (JUT) yang selama ini putus.
Jalan tani
"Syukur, Alhamdulillah tahun ini kami dapat program TMMD Sengkuyung I Tahun 2026. Kita bisa penuhi keinginan masyarakat, khususnya petani. Jalan usaha tani dan jalannya buntu karena putus (terpotong)," kata Heru.
Heru menambahkan, selain betonisasi jalan sepanjang 600 meter, kegiatan fisik lainnya adalah pembangunan talud. (*)
Masal Gurusinga
