Titiek Soeharto ke Bantul Serahkan Bantuan Alsintan, Jangan Ada Pungutan
Jika dari dinas ada yang minta, laporkan ke saya dan akan saya tangkap sendiri untuk saya serahkan kejaksaan.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Ketua Komisi IV DPR RI Hj Siti Hediati Soeharto SE atau Titiek Soeharto mengadakan kunjungan kerja ke Bantul guna menyerahkan alat mesin pertanian (alsintan) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Kompleks Pemda II Manding, Senin (4/8/2025) sore.
Wakil rakyat pusat itu disambut Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo MSi, Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro S Sos, Wakil Ketua DPRD Bantul Titis Ajeng Ganis Mareti ST serta Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, Kristanti Yuni Purnawanti SH MH.
Hadir pula anggota Fraksi Gerindra DPRD Bantul yakni Jumirin, Saryanto, Aurely, Dony Kristanto dan Datin Wisnu Pranyoto serta para penerima bantuan dan penyuluh pertanian.
"Bantuan Alsintan ini tidak ada tarikan atau pungutan uang. Tidak ada yang meminta kepada penerima. Jika dari dinas ada yang minta, laporkan ke saya dan akan saya tangkap sendiri untuk saya serahkan kejaksaan," tegas Joko Waluyo.
Titiek Soeharto menyerahkan bantuan alsintan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Kompleks Pemda II Manding, Senin (4/8/2025) sore. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Menurut dia, bantuan ini memang murni untuk Gapoktan dan Poktan agar digunakan sebaik-baiknya. “Jangan ada yang menyewakan di luar Bantul. Alsintan ini buat dipakai para petani semuanya," lanjutnya.
"Selamat datang dan terima kasih kepada Ibu Titiek Soeharto yang sudah kesekian kalinya datang ke Kabupaten Bantul. Ini bukan yang pertama ke Bantul dengan selalu membawa oleh-oleh. Semua adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani," kata bupati.
Bantuan tersebut untuk membangun ketahanan pangan. "Karena kata Presiden Bapak Prabowo Subianto, sewaktu kami para kepala daerah dikumpulkan retreat di Magelang, beliau berkata bahwa ke depan negara yang kuat, negara adidaya adalah negara yang berdaulat atas pangan," katanya.
Apalagi saat ini perang di mana-mana dan negara-negara itu tidak sempat berproduksi pangan. Maka pangan akan menurun ketersediaannya. Jika Indonesia terus berproduksi maka akan menjadi negara adidaya karena telah mencapai kedaulatan pangan. Ketahanan pangan itu sakagurunya adalah para petani.
Surplus beras
"Sawah kita terus menyempit dan kita stop di angka 14.000 hektar untuk Kabupaten Bantul. Lalu dilakukan upaya elektrifikasi dan mekanisasi dan terbukti panen kita hasilnya setiap tahun surplus 55.000 ton beras. Kita membuat kebijakan pembebasan pajak bumi dan bangunan bagi lahan pertanian di Bantul," lanjutnya.
Titiek Soeharto mengatakan sebagai Ketua Komisi IV dirinya bertugas diantaranya memastikan sarana pertanian dari pemerintah sampai ke akar rumput.
Bantuan yang diserahkan berupa Combine Harvester (alat panen), Rice Transplanter (alat tanam), Power Thresher (perontok padi) dan Rotator (alat pengolah tanah). Total sejumlah 16 unit.
"Ini bukan semata-mata pengadaan alat namun komitmen pemerintah mewujudkan ketahanan pangan. Saya ingin berpesan bagi penerima bantuan agar dirawat. Bantuan ini dari pemerintah yang sumber dananya dari uang rakyat, dari pajak yang dibayarkan. Maka jangan disia siakan," pesannya.
Hemat tenaga
Alat tersebut bukan milik pribadi tapi kelompok jadi dipakai secara bergiliran dan dikelola dengan baik. Alat akan menghemat tenaga, mempercepat panen dan meningkatkan hasil pertanian.
"Juga bertujuan membantu petani agar usaha taninya lancar dan modern. Mari wujudkan pertanian yang sehat dan berkelanjutan," pintanya. (*)
Sariyati Wijaya
