atas1

Tim Lomba Kamling Cek Senter dan Tongkat

Selasa, 01 Okt 2019 | 20:10:33 WIB, Dilihat 514 Kali
Penulis : Nila Jalasutra
Redaktur

SHARE


Tim Lomba Kamling Cek Senter dan Tongkat Tim Verifikasi Lomba Kamling melakukan evaluasi di Padukuhan Durenan Tejo, Triharjo Sleman, Senin (30/9/2019) malam. (istimewa)

Baca Juga : Reklame Tak Berizin Dibongkar Malam Hari


KORANBERNAS.ID -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Polres dan Kodim setempat menyelenggarakan lomba Keamanan Lingkungan (Kamling).

Lomba ini diselenggarakan dalam rangka pembinaan Kamling tahun 2019.

Ketua Tim Verifikasi Lomba Kamling, Sri Madu Rakyanto, saat melakukan evaluasi di Padukuhan Durenan Tejo, Triharjo, Senin (30/9/2019) malam,  menjelaskan lomba ini diselenggarakan di 17 kecamatan.

Lomba diawali 2 September 2019 di wilayah Tempel. Sedangkan Desa Triharjo menjadi wilayah terakhir yang dievaluasi oleh tim.

“Lomba ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi terhadap pembinaan administrasi dan kemampuan jaga awak kamling yang telah dilakukan pada dua bulan lalu. Dalam pembinaan kami juga memberikan peralatan kamling seperti tongkat, senter dan sebagainya. Saat evaluasi kami cek masih ada atau tidak,” jelasnya.

Sri Madu mengatakan minimal setelah evaluasi akan ada standar kegiatan keamanan lingkungan. Kamling merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam rangka menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.

“Ini merupakan upaya untuk pemberdayaan masyarakat di lingkungan masing-masing dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” jelasnya.

Kamling sangat efektif dilaksanakan ketika melibatkan warga masyarakat itu sendiri.

Tentu dengan mengutamakan budaya dan kearifan lokal sehingga nilai-nilai budaya setempat terjaga. Otomatis jika dapat dilaksanakan, para pendatang yang masuk harus menyesuaikan dengan nilai-nilai budaya setempat.

“Tidak seperti ketika menyewa atau membayar jasa keamanan yang hanya menjaga keamanan saja, tapi melalui kegiatan kamling masyarakat, kearifal lokal nilai budaya setempat dapat diterapkan untuk memecahkan masalah dan menjaga keamanan lingkungan bersama,” paparnya.

Dia juga berharap dari 17 tempat yang dievaluasi, pihaknya dapat memberikan  pembelajaran atau edukasi, minimal terkait standar keamanan lingkungan. (sol)



Selasa, 01 Okt 2019, 20:10:33 WIB Oleh : Nila Jalasutra 438 View
Reklame Tak Berizin Dibongkar Malam Hari
Selasa, 01 Okt 2019, 20:10:33 WIB Oleh : Sholihul Hadi 840 View
Canda Gusti Prabu Soal Kamar Mayat Rumah Sakit
Selasa, 01 Okt 2019, 20:10:33 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1351 View
Dokter Eny Pimpin RS Mata Dr Yap Yogyakarta

Tuliskan Komentar