Terjadi di Kebumen, 650 SD Negeri Kekurangan Murid Baru

Satu SD tidak ada pendaftarnya yakni SD Negeri 3 Purwogondo di Kecamatan Kuwarasan.

Terjadi di Kebumen, 650 SD Negeri Kekurangan Murid Baru
SD Negeri Kutosari Kebumen, salah satu dari delapan SD yang kelebihan pendaftar. Keramaian antar jemput terjadi setiap hari, seperti yang terlihat Senin (21/7/2025). (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN – Memasuki tahun ajaran baru 2025-2026, sebanyak 650 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Kebumen kekurangan murid baru. Sebagian besar sekolah itu jumlah siswanya di bawah kuota. Sedangkan SDN yang jumlah siswa sama atau melampaui jumlah pendaftarnya ada 68 SD.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kebumen, Yanie Giat Setyawan, mengungkap hanya terdapat delapan SD Negeri di kabupaten ini yang jumlah pendaftarnya melebihi kuota per kelas 28 siswa. Selebihnya sebanyak 60 SD jumlah pendaftarnya sama dengan kuota.

Sekolah dengan jumlah pendaftar kurang dari kuota 643 SD. Selain itu, juga ada enam SD jumlah pendaftarnya kurang dari lima orang. "Satu SD tidak ada pendaftarnya yakni SD Negeri 3 Purwogondo di Kecamatan Kuwarasan,” ungkapnya.

Yani Giat menjelaskan, SD dengan jumlah pendaftar melampaui kuota melaksanakan seleksi berdasarkan umur calon siswa yang memenuhi syarat, baru kemudian mempertimbangkan rumah calon siswa.

Prioritas diterima

Siswa dengan umur paling tua dengan domisili paling dekat menjadi prioritas diterima. Namun demikian dengan kriteria tersebut pada beberapa SD masih ada komplain dari orang tua siswa.

Pengamatan koranbernas.id, sekolah dengan jumlah pendaftar melampaui kuota umumnya SD di wilayah ibukota kecamatan. Ini terjadi karena sekolah tersebut dianggap berprestasi. Asal siswa bisa dari luar desa atau kelurahan lokasi sekolah.

Misalnya SD Kutosari, Kecamatan Kebumen. Di sini, terdapat siswa berasal dari luar kecamatan.

Sedangkan SD dengan jumlah siswa di bawah kuota, siswanya berasal dari desa lokasi sekolah. Ketika jumlah anak dengan umur memenuhi syarat masuk SD di bawah kuota, maka SD itu akan kekurangan siswa.

Antar jemput

Ini karena calon siswa di desa tetangga lebih memilih sekolah di desanya. Orang tua memilih sekolah di desanya dengan alasan tidak perlu antar jemput.

Sementara SD dengan jumlah siswa kurang dari kuota tidak tampak orang tua melakukan antar jemput siswa. Sebaliknya SD dengan jumlah siswa memenuhi kuota, setiap berangkat dan pulang sekolah terlihat aktivitas kesibukan orang tua antar jemput anaknya. (*)