Korban Tabrakan Beruntun di Bantul Meninggal

Kami beri dukungan ikut tahlil selama tujuh hari. Kami komitmen menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

Korban Tabrakan Beruntun di Bantul Meninggal
Rumah duka almarhumah Yuliana warga Grogol VII Parangtritis Kabupaten Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Yuliana (36) warga RT 6 Dusun Grogol VII Kalurahan Parangtritis Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul meninggal dunia di RS Panti Rapih, Senin (21/7/2025) pukul 15:26.

Ibu dua anak yang duduk di bangku SMA serta TK tersebut dibawa ke rumah duka dan dimakamkan di Makam Gede Dusun Grogol X Kalurahan Parangtritis sekitar pukul 20:00.

Ratusan pelayat datang di rumah duka termasuk Komandan Kodim 0729/Bantul Letkol (Inf) Muhidin dan jajaran. Yuliana merupakan salah seorang korban tabrakan beruntun di selatan TPR Pantai Parangtritis oleh sebuah mobil Nissan X Trail yang dikendarai anggota Kodim, Kamis (17/7/2025) sekitar pukul 06:00.

Kala itu mobil menabrak pejalan kaki Yuliana, menabrak tiga motor yang diparkir di tepi jalan dan satu unit pikap. Korban sempat dilarikan ke RS Panembahan Senopati dan dirujuk ke RS Panti Rapih. Namun Yuliana tidak tertolong dan meninggal setelah lima hari menjalani perawatan medis.

Dukuh Grogol VII Parangtritis, Suryanto. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

"Saya tidak tahu kejadiannya seperti apa. Tahu-tahu saya sudah dapat kabar anak saya itu ketabrak dan ada di rumah sakit," kata Siti (60) ibu dari almarhumah Yuliana menahan tangis saat ditemui wartawan di rumah duka, Selasa (22/7/2025) siang. Keluarga merasa sangat terpukul atas kejadian ini.

Dukuh Grogol VII, Suryanto, mengatakan Yuliana merupakan warganya yang meninggal dunia dalam kejadian lakalantas tersebut. Menurut dia, Yuliana meninggalkan dua orang anak salah satunya masih bersekolah di bangku TK.

"Untuk keseharian Mbak Yuli ini adalah seorang pedagang makanan dan minuman di obyek wisata Pantai Cemoro Sewu," kata Suryanto. Sementara suaminya Suparman adalah pengemudi Jeep wisata di lokasi yang sama.

Suryanto mendapat kabar kecelakaan tersebut dari sang istri. Setelah itu dirinya berkoordinasi dengan keluarga korban. "Korban mengalami patah kaki. Awalnya dirawat di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul kemudian dirujuk ke Panti rapih Yogyakarta. Sedianya pada hari Sabtu akan dilakukan operasi penempelan pen di kakinya, ternyata kondisi perut dari korban Mbak Yuli ini mengeras dan setelah diperiksa terjadi kebocoran pada ususnya. Maka dilakukan operasi pada ususnya tersebut," kata Suryanto.

Permohonan maaf

Kondisi Yuliana pascaoperasi pada hari Senin drop dan meninggal dunia sore harinya. "Suami korban pada Senin sekitar pukul 14:00 sempat telepon ke saya bahwa kondisi istrinya drop dan ternyata tidak tertolong pada sore harinya.  Korban kemudian dibawa ke rumah duka sudah dalam kondisi disucikan dari rumah sakit dan malam hari itu juga kita kebumikan di pemakaman umum Makam Gede yang ada di Grogol X," katanya.

Secara terpisah, Dandim 0729/Bantul Letkol (Inf) Muhidin menyampaikan permohonan maaf atas kejadian laka lantas yang melibatkan anggotanya tersebut sekaligus dirinya juga menyampaikan rasa belasungkawa yang dalam terhadap keluarga korban.

"Saya komandan Kodim Bantul Letkol (Inf) Muhidin menyampaikan rasa duka yang mendalam pada keluarga korban yang menjadi korban lakalantas," kata Dandim di kantornya, Selasa (22/7/2025) siang.

Sejak awal kejadian, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, dirinya segera memerintahkan langkah cepat dan humanis serta menyeluruh. Di antaranya memerintahkan Pasi Intel dan unit turun ke TKP guna identifikasi  awal dan penanganan situasi secara langsung serta koordinasi dengan keluarga korban. Selain itu, juga ikut terlibat dalam proses pengobatan ke rumah sakit.

Pemakaman

"Terkait pengobatan, anggota kami siap membiayai, begitu pun untuk kendaraan yang rusak. Serta sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Pada waktu itu BPJS korban juga tidak aktif, lalu kami hidupkan kembali. Untuk pengobatan di RSUD Panembahan Senopati Bantul sebesar Rp 8.487.000 telah dibayar lunas oleh anggota kami yang terlibat laka lantas," terang Dandim.

Meski sudah berupaya keras memberikan pertolongan namun Allah SWT berkehendak lain. Begitu mendengar korban Yuliana meninggal, Dandim bersama anggota segera datang ke rumah almarhum untuk menyambut jenazah tiba dari RS serta membantu prosesi pemakaman.

"Dan kami ikut doa tahlil. Ke depan kami juga beri dukungan anggota ikut tahlil selama tujuh hari dan setiap malam minimal 25 prajurit ikut tahlil. Kami komitmen menjaga hubungan baik dengan masyarakat," kata Dandim.

Karena ini menyangkut hukum, lanjutnya, kasus kecelakaan itu diserahkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Yogyakarta untuk prosesnya. Pihak Denpom juga telah cek TKP kecelakaan. "Kami minta seluruh anggota agar selalu hati-hati dalam setiap berkendara," katanya. (*)