Telkom dan UGM Kerja Sama Kembangkan Kecerdasan Buatan

Selama satu dekade terakhir, Telkom mengalokasikan sekitar Rp 7,5 - Rp 8 triliun untuk pengembangan inovasi digital.

Telkom dan UGM Kerja Sama Kembangkan Kecerdasan Buatan
Penandatanganan MoU antara Telkom dan UGM dalam Pengembangan Telkom Artificial Intelligence (AI) Center of Excellence di GIK UGM. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Jajaran PT Telkom Indonesia mempertegas posisinya sebagai pemain utama dalam percepatan transformasi digital nasional melalui investasi jangka panjang di bidang inovasi dan kecerdasan buatan (AI).

Komitmen ini ditegaskan dalam acara Penandatanganan MoU dan Kerja Sama Kolaborasi Strategis antara Telkom dan UGM dalam Pengembangan Telkom Artificial Intelligence (AI) Center of Excellence, Sabtu (15/11/2025), yang menandai perluasan ekosistem riset AI berbasis kolaborasi kampus–industri.

Selama satu dekade terakhir, Telkom mengalokasikan sekitar Rp 7,5 - Rp 8 triliun untuk pengembangan inovasi digital. Kerangka inovasi Telkom dibangun melalui tiga jalur yaitu pengembangan internal (ANIPA), kolaborasi dengan startup, dan Corporate Venture Capital (CVC).

Jalur CVC menyerap investasi terbesar karena berfokus pada akselerasi produk yang sudah memiliki pasar potensial.

Jangka panjang

Direktur IT Digital PT Telkom Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, menyatakan strategi jangka panjang ini bertujuan menjadikan Telkom sebagai digital telco yang bukan sekadar penyedia konektivitas, tetapi penggerak utama ekosistem teknologi Indonesia.

“Saat pasar siap, kita hidupkan Kembali. Ini bukan kegagalan, melainkan fase kesiapan ekosistem,” ujarnya di sela acara.

Faizal menjelaskan empat pilar teknologi inti Telkom adalah AI, keamanan siber, IoT dan cloud services, yang akan menjadi fondasi digital bagi berbagai industri vertikal, termasuk kesehatan, pendidikan dan sektor publik.

Melalui Telkom AI Center of Excellence, perusahaan membangun model pengembangan terstruktur melalui AI Campus, AI Playground, AI Connect dan AI Hub.

Kolaborasi strategis

Kemitraan dengan UGM memperkuat upaya Telkom dalam memperluas riset dan adopsi AI. Rektor UGM, Prof Ova Emilia, menyebutkan inisiatif AI Center for Excellence bukan hanya penting bagi UGM, tetapi juga bagi pemerataan inovasi nasional.

“Kami ingin membangun infrastruktur yang lebih solid serta pusat kolaborasi dan inovasi yang merata di seluruh Nusantara,” ujarnya.

UGM mencatat sekitar 70 persen penelitinya berasal dari disiplin non-teknik, namun memiliki minat kuat terhadap riset AI. Kolaborasi dengan Telkom diharapkan dapat menyediakan akses laboratorium, perangkat komputasi dan ekosistem riset yang lebih luas.

Infrastruktur AI

Komitmen Telkom dan UGM sejalan dengan langkah pemerintah. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai Indonesia harus mempercepat adopsi AI agar tidak tertinggal dalam “tech race” global antara China dan Amerika Serikat.

“Kita, global south, masih berupaya keluar dari middle income lewat injeksi teknologi dan inovasi,” ujarnya.

Menurut Nezar, pemerintah sedang menyiapkan dua regulasi besar untuk memperkuat keamanan, mitigasi risiko, serta tata kelola riset dan investasi AI. Kementerian Komdigi juga mendorong pembangunan pusat-pusat AI di berbagai kampus, termasuk UGM, sebagai fondasi pengembangan talenta digital nasional.

Dengan investasi inovasi yang agresif, konversi aset digital, dan kolaborasi strategis lintas sektor, Telkom Indonesia menegaskan perannya sebagai penggerak utama ekosistem AI dan transformasi digital Indonesia. (*)