Tausiah di Teras Malioboro: Gus Muwafiq Sebut Jogja Itu Hasil Tirakat, Pedagang Wajib Jaga Nilai "Tepa Selira"

Gus Muwafiq ingatkan pedagang Teras Malioboro bahwa Jogja lahir dari tirakat. Maka sangat penting semua mengedepankan nilai Tepa Selira dan Paseduluran Jati dalam membangun ekosistem UMKM DIY

Tausiah di Teras Malioboro: Gus Muwafiq Sebut Jogja Itu Hasil Tirakat, Pedagang Wajib Jaga Nilai "Tepa Selira"
Gus Muwafiq saat tausiah di Teras Malioboro Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Nuansa spiritual dan kultural yang kental menyelimuti agenda Syawalan Keluarga Besar Teras Malioboro, Rabu (15/4/2026). Budayawan sekaligus kiai kharismatik, Gus Muwafiq, hadir memberikan refleksi mendalam di hadapan 570 pelaku usaha. Ia mengingatkan bahwa keberadaan Yogyakarta bukanlah kebetulan, melainkan lahir dari proses tirakat dan laku prihatin para leluhur yang harus dijaga oleh generasi saat ini, termasuk para pedagang.

Gus Muwafiq menekankan bahwa fondasi tirakat inilah yang membuat masyarakat Jogja bisa hidup berdampingan dengan nyaman meski dalam keriuhan ekonomi.

“Jangan lupa bahwa hidup itu penuh tepa selira (tenggang rasa). Jangan sampai lupa hakikat utama puasa untuk memahami hakikat hidup yang sebenarnya,” tegas Gus Muwafiq, mengingatkan para pedagang bahwa mencari rezeki harus seiring dengan keberkahan dan etika.

Ekosistem UMKM Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Soal "Paseduluran Jati"

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi DIY, Agus Mulyono, menyatakan bahwa Teras Malioboro didorong menjadi lebih dari sekadar pusat ekonomi. Kawasan ini adalah ruang interaksi sosial dan budaya yang keberlanjutannya sangat bergantung pada kualitas hubungan antar pelaku usaha di dalamnya. Baginya, kedisiplinan, kualitas produk, dan tanggung jawab kolektif adalah kunci agar ekosistem UMKM di jantung Jogja ini tetap sehat dan kompetitif.

Kepala UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY, Wisnu Hermawan, menambahkan bahwa tema "Tepa Selira Mbangun Katentreman lan Paseduluran Jati" yang diusung bukan sekadar slogan di atas kertas.

Nilai tersebut adalah praktik nyata di mana para tenant harus saling mendukung sebagai satu keluarga besar. Wisnu menegaskan, pemerintah berkomitmen terus mendampingi penguatan kapasitas pelaku usaha agar produk Teras Malioboro memiliki identitas kuat dan daya saing global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Yogyakarta yang humanis.

Ia menyebut, sebagai bagian dari layanan Pemerintah Daerah DIY, Dinas Koperasi melalui UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY, terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dalam mendukung pengembangan usaha para tenant.

“Keberhasilan Teras Malioboro tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh kekuatan kebersamaan, kedisiplinan, serta semangat gotong royong yang kita bangun Bersama,” katanya. (*)