Sekolah Rakyat Terobosan Luar Biasa Memutus Rantai Kemiskinan

Minat masuk SR masih tinggi, banyak yang datang dan bertanya.

Sekolah Rakyat Terobosan Luar Biasa Memutus Rantai Kemiskinan
Sekretaris Program Studi Manajemen UMBY, Widarta. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Sekolah Rakyat (SR) yang dimulai secara serentak 14 Juli 2025. Ini Adalah program pendidikan gratis dari pemerintah untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Tujuannya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA dikenal sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang menyediakan fasilitas lengkap.

"Menurut saya Sekolah Rakyat merupakan program bagus dengan menyasar keluarga miskin dan miskin ekstrem. Ini terobosan luar biasa karena banyak anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem belum memiliki nasib baik mengenyam pendidikan reguler atau umum. Maka bisa melalui SR ini," kata Widarta MM CDMP, Sekretaris Program Studi Manajemen Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kepada koranbernas.id, Rabu (20/8/2025) sore.

Selain pendidikan gratis, para siswa dan guru memperoleh fasilitas asrama memadai, makan, layanan kesehatan dan keperluan serta fasilitas pendidikan yang lain. "Hanya memang perlu terus dilakukan penyempurnaan agar program bisa berjalan maksimal. Termasuk penguatan kolaborasi lintas sektor karena memang SR ini melibatkan lintas kementerian di bawah naungan Kementerian Sosial," katanya.

Selain itu, juga perlu terus dilakukan penyempurnaan muatan kurikulum karena mereka berbasis asrama. "Setelah SR ini terlaksana harus dipikirkan tahap lanjutan apakah akan kuliah atau seperti apa," katanya.

Harus didukung

"Apa yang dilakukan pemerintah walau banyak tantangan sejauh ini harus didukung dan diapresiasi dari rakyat seperti kita sebagai langkah terobosan untuk mengangkat harkat derajat masyarakat. Masalah kita di antaranya faktor   kemiskinan yang tinggi dan salah satu cara mengatasinya dengan program pendidikan," lanjutnya.

Kepala SR Menengah Atas 19 DIY, Agus Ristanto M Pd, mengatakan SR angkatan pertama menampung 200 siswa dari seluruh DIY dengan 87 laki-laki, selebihnya perempuan. Masuk SR melalui seleksi yang ketat agar sekolah itu berjalan sesuai harapan. "Minat masuk SR masih tinggi, banyak yang datang dan bertanya kaitan program. Namun saat ini alokasi kita adalah 200 anak,"kata Agus.

Guru SMPN 2 Bantul, Umi Kulsum M Pd, menyambut baik program Sekolah Rakyat yang mulai dijalankan tahun ini oleh pemerintah. "Ini sangat membantu bagi mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu. Ada lulusan siswa kami yang masuk SR, kami bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah karena yang bersangkutan memang layak mendapatkanya," kata Umi. (*)