Sebanyak 133 Lansia Mengikuti Wisuda Program Sekolah Terpadu
Merupakan bentuk apresiasi bagi para lansia yang telah mengikuti Sekolah Lansia selama dua hingga tiga tahun.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sebanyak 133 lanjut usia (lansia) mengikuti prosesi Wisuda 'Ginastel' (Gigi Sehat Badan Kuat) di Aula Pemda 2 Manding. Wisuda dipimpin Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta, Selasa (23/12/2025). Ini adalah wisuda angkatan ke-3 yang diselenggarakan oleh Sekolah Terpadu Lansia.
Tampak hadir Kepala Puskesmas Imogiri I, dr Titis Indri Wahyuni, Founder 'Ginastel' drg Prasasti Bintarum dan 100 Kak Gilan (Kader Penggerak Gigi Sehat Lansia) yang selama ini aktif mendampingi dan menggerakkan kegiatan Ginastel di masyarakat.
Aris mengatakan Pemkab Bantul memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas hidup lansia. "Kami apresiasi dan mendukung kegiatan seperti ini," katanya.
Sementara dokter Prasasti menjelaskan wisuda terbagi untuk jenjang pembelajaran Standar 3 (S3) sebanyak 10 lansia, Standar 2 (S2) sebanyak 113 lansia dan Standar 1 (S1) sebanyak 10 lansia.
Prosesi Wisuda Lansia 'Ginastel' yang dipimpin Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta. (istimewa)
"Wisuda ini merupakan bentuk apresiasi bagi para lansia yang telah mengikuti Sekolah Lansia selama dua hingga tiga tahun," katanya.
Pada wisuda kali ini, panitia memberikan sejumlah predikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi dan inspirasi. Predikat Cumlaude diberikan kepada lansia tertua di masing-masing Sekolah Terpadu Lansia, sebagai simbol semangat belajar sepanjang hayat tanpa batas usia.
Selain itu, diberikan pula Predikat Lansia Paripurna kepada lansia yang telah menyelesaikan pelayanan kesehatan komprehensif, meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Predikat ini diberikan kepada lansia yang telah menggunakan gigi tiruan, sebagai bagian dari upaya peningkatan fungsi kunyah dan kualitas hidup.
Penghargaan Predikat Lansia Inspiratif diberikan kepada lansia yang meskipun berada pada usia lanjut dan memiliki kebutuhan khusus, tetap aktif dan berdaya dalam mengikuti kegiatan Sekolah Terpadu Lansia.
Menjadi motivator
Mereka adalah Wiyono (68) yang mengalami gangguan penglihatan, Sudiyono (69) yang merupakan penyintas stroke, Nur Watoni seorang mantan Lurah yang aktif menjadi motivator dan penyemangat lansia-lansia untuk tetap belajar serta Jumariyah (70) yang tetap aktif dan berperan sebagai instruktur senam lansia.
Pada tahun 2026, Sekolah Lansia 'Ginastel' menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKG UMY). Bentuk kerja sama ini meliputi pengembangan aplikasi E-Ginastel untuk pendataan dan pengembangan program 'Ginastel'.
Ini dimaksudkan untuk mempermudah pengelolaan data lansia, memantau progres kesehatan mereka, dan memberikan akses informasi kesehatan gigi dan mulut yang lebih efisien.
Selain itu, dalam kerja sama ini, mahasiswa Co-Assistant (Co-Ass) FKG UMY akan terjun langsung memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut kepada para siswa 'Ginastel'.
Dampak positif
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program 'Ginastel' dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi lansia di wilayah Imogiri dan sekitarnya.
Program Ginastel, lanjut dokter Prasasti, merupakan inovasi pelayanan kesehatan lansia yang mengintegrasikan edukasi kesehatan gigi dan mulut dengan aktivitas fisik terstruktur. Dirinya menggagas program ini pada 2024 hingga meraih penghargaan Juara Tenaga Medis Teladan Tingkat Nasional.
"Saat ini, telah terbentuk lima kelompok 'Ginastel' dengan total 460 lansia di wilayah Imogiri Kabupaten Bantul. Pada tahun 2026, direncanakan pembukaan 8 kelompok 'Ginastel' baru dengan target sekitar 600 lansia.
Melalui Wisuda Ginastel ini, diharapkan para lansia semakin termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat, tetap aktif secara fisik dan sosial, serta menjadi inspirasi bagi lansia lainnya dalam mewujudkan kehidupan yang sehat, mandiri, dan bermartabat. (*)
Sariyati Wijaya
