Sejumlah 26 Dosen UMBY Mengikuti Bimtek RPL
RPL merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sejumlah 26 dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengikuti bimbingan teknis (bimtek) bagi penilai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Ruang Teater Timur, Gedung Rektorat Lantai 3 Kampus 1 UMBY Jalan Wates Km 10 Sedayu Bantul.
Kepala Humas UMBY, Widarta MM, Rabu (24/12/2015), menjelaskan kegiatan telah dilaksanakan Senin (15/12/2025) silam. "RPL merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai sarana yang memudahkan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," kata Widarta.
Program ini untuk lulusan Diploma 3 (D3), mahasiswa putus studi, serta para pekerja yang memiliki pengalaman kerja dan kompetensi yang relevan untuk melanjutkan studi pada jenjang Sarjana (S1).
Kepala Biro Akademik UMBY, Elysa Hartati M Pd, menerangkan UMBY telah mengimplementasikan program RPL sejak tahun 2023 dan masih berjalan hingga kini. “UMBY memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara inklusif dan berkeadilan,” kata Elysa.
Peminat tinggi
Program RPL UMBY menjadi salah satu program dengan jumlah peminat cukup tinggi. Maka dari itu, UMBY terus memperkuat komitmennya meningkatkan mutu pelaksanaan RPL melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Penilai RPL dengan menghadirkan Prof Dr Wagiran dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai narasumber.
Prof Wagiran menjabarkan prinsip penilaian RPL terbagi menjadi dua jenis, yakni transfer kredit dan perolehan kredit. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Transfer kredit dilakukan melalui mekanisme konversi, sementara perolehan kredit mensyaratkan adanya portofolio serta form evaluasi diri (FED) sebagai dasar penilaian yang obyektif dan adil.
“Penilai RPL antar prodi harus menyamakan pandangan penilaian terkait capaian pembelajaran calon mahasiswa baik yang diperoleh dari pendidikan formal, non-formal, informal atau pengalaman kerja. Sehingga dengan adanya penyamaan tersebut, diharapkan penilai dapat menilai camaba secara objektif dan adil melalui kemampuan yang mereka miliki sesuai dengan ketentuan penilaian,” kata Prof Wagiran.
Rektor UMBY Dr Agus Slamet menyampaikan bimtek menjadi wadah guna meningkatkan kualitas yang berkelanjutan dari penyelenggaraan RPL di UMBY melalui upgrading pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
“Bimtek RPL menjadi langkah strategis UMBY menyelaraskan standar dan persepsi penilaian di seluruh program studi sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan akademik, memberikan kepastian penilaian bagi calon mahasiswa, serta menjaga mutu lulusan agar tetap selaras dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi,” katanya. (*)
Sariyati Wijaya
