Tambah Pengalaman di Luar Kampus, Mahasiswa UMBY Mengikuti Asistensi Mengajar
Asistensi mengajar di sekolah memperoleh respons positif dari guru mitra.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, membuat aturan berupa Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNDikti).
Di dalam aturan ini setiap universitas harus merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal.
Salah satu upaya ini dilakukan dengan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri.
Kepala Humas Universitas Mercu Buana Yogyakarya (UMBY), Widarta MM, melalui rilis ke redaksi koranbernas.id, Sabtu (29/7/2023), menjelaskan MBKM Mandiri adalah sebuah bentuk dorongan kebijakan Kampus Merdeka yang mendorong Perguruan Tinggi (PT) menjalankan program MBKM secara mandiri.
Mahasiswa UMBY asistensi mengajar di SMAN 4 Yogyakarta. (istimewa)
"Adapun tujuannya adalah untuk membantu sebanyak-banyaknya mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus demi persiapan karier masa depan," katanya.
Guna menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggagas aktivitas MBKM Mandiri untuk mendukung implementasi Kampus Merdeka Mandiri dengan aktivitas Asistensi Mengajar pada ajuan hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).
Asistensi mengajar di satuan pendidikan adalah bentuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa secara kolaboratif di bawah bimbingan guru dan dosen pembimbing satuan pendidikan formal.
Aktivitas mengajar di satuan pendidikan ini dilaksanakan selama satu semester atau setara 20 SKS. Pada 2023, Pendidikan Matematika UMBY mengalokasikan anggaran PKKM dengan menyelenggarakan asistensi mengajar untuk 20 mahasiswa di tiga mitra sekolah yaitu SMP Negeri 1 Sedayu, SMA Negeri 1 Sedayu dan SMA Negeri 4 Yogyakarta.
ARTIKEL LAINNYA: Munas Hildiktipari Bahas Tantangan Pendidikan Pariwisata dan Sistem Akreditasi
Program asistensi mengajar di sekolah memperoleh respons positif dari guru mitra. Mahasiswa yang mengikuti asistensi mengajar ini telah diseleksi sejak Juni dan telah diterjunkan Jumat 21 Juli 2023 di SMP Negeri 1 Sedayu dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nuryadi M Pd dan SMA Negeri 1 Sedayu dengan DPL Nanang Khuzaini M Pd.
Lalu, pada Senin 24 Juli 2023 di SMA Negeri 4 Yogyakarta dengan DPL Nafida Hetty Marhaeni M Pd yang juga Kaprodi Pendidikan Matematika.
Melalui program asistensi mengajar ini harapannya mahasiswa memiliki kompetensi penting dalam akademik yang memuat pembuatan RPP, pelaksanaan pembelajaran dan memiliki sikap perilaku yang baik.
“Mahasiswa juga diharapkan dapat menerapkan adaptasi teknologi dalam pembelajaran, mengikuti kegiatan nonakademik, membantu kegiatan adminitrasi sekolah sehingga apa yang dilakukan di sekolah dapat dikonversi dengan mata kuliah yang relevan,” ujar Nafida Hetty Marhaeni.
ARTIKEL LAINNYA: Andrew Lai, Sang Desainer Difabel dengan Karya Mengagumkan
Program asistensi mengajar yang dilaksanakan 24 Juli 2023 hingga 4 November 2023 diharapkan dapat membekali mahasiswa kegiatan pembelajaran langsung disekolah dan meningkatnya empat ranah kompetensi guru yaitu pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian.
“Program asistensi mengajar yang dicanangkan Pendidikan Matematika UMBY sangat bagus dan menarik dengan misi utama adaptasi teknologi. Hal ini menjadikan sekolah terbantu dalam digitalalisasi perangkat pembalajaran dan evaluasinya,” ujar Na’im, Koordinator Persekolahan di SMA Negeri 4 Yogyakarta. (*)