Sampah di TPA Troketon Menggunung, Ini Permintaan DLH Klaten
Apabila meminta fasilitasi TPS3R atau bank sampah, diharapkan mengirimkan proposal.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Sampah masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Berbagai upaya telah dilakukan namun masalah sampah belum juga teratasi.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten meminta wilayah atau desa untuk melakukan pemilahan sampah mengingat kondisi TPA Troketon Pedan saat ini sudah penuh sampah.
"Memang, saat ini sampah masih bermasalah di tempat kami (DLH). Sampah di TPA Troketon sudah menggunung," kata Rini Sri Mulyani, tenaga fungsional pengawasan DLH Klaten, pada acara Forum Konsultasi Publik (FKP) di aula Kantor Camat Jatinom, Kamis (2/10/2025).
Dia berharap, wilayah atau desa sudah mulai melakukan pemilahan sampah. Bilamana wilayah nanti meminta fasilitasi TPS3R atau bank sampah, diharapkan mengirimkan proposal. "Kirimkan proposal ke kami (DLH), nanti akan kami fasilitasi," kata dia.
Perbaikan alat
Sejumlah peserta FKP berharap agar pengelolaan sampah di wilayah atau desa dibarengi dengan perbaikan alat di TPS 3R seperti mesin cacah maupun mesin ayak yang sudah lama rusak.
"Banyak yang sudah rusak (mesinnya). Penyebabnya bermacam-macam, seperti saat pengadaan tidak sesuai spek, sering dipakai saat masih baru. Sekarang ini, setelah semua rusak tidak bisa beroperasi," katanya kepada koranbernas.id.
Pada tahun 2018, Pemkab Klaten melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat membangun 14 unit TPS 3R di sejumlah lokasi, di antaranya TPS 3R Desa Jatipuro Kecamatan Trucuk, TPS 3R Desa Pundungan Kecamatan Juwiring, TPS 3R Desa Krajan Kecamatan Jatinom.
Kemudian, TPS 3R Desa TPS 3R Desa Delanggu Kecamatan Delanggu, TPS 3R Desa Kalikotes Kecamatan Kalikotes, TPS 3R Desa Kedung Ampel Kecamatan Cawas, TPS 3R Desa Ketandan Kecamatan Klaten Utara, TPS 3R Desa Pluneng Kecamatan Kebonarum.
Nilai ekonomis
Konsep awal pembangunan TPS 3R dimaksudkan agar sampah rumah tangga bisa dipilah di TPS 3R untuk meminimalisir residu yang akan dibuang ke TPA Troketon Pedan. Selain itu, sampah yang memiliki nilai ekonomis juga masih bisa dijual lagi untuk menambah pendapatan.
Konsep awal dibangunnya TPS 3R memang banyak yang mengapresiasi. Namun lama kelamaan keberadaan TPS 3R maupun bank sampah sebagian besar menjadi bangunan mangkrak karena sudah tidak ada lagi aktivitas pemilahan sampah.
Sebaliknya, sampah warga diambil dan dibawa pengelola ke TPS 3R untuk ditumpuk di halaman TPS 3R untuk dibakar. (*)
Masal Gurusinga
