Reses di Sleman, Titiek Soeharto Tanam Kelapa Genjah

Kelapa genjah lebih cepat berbuah, tiga sampai empat tahun sudah mulai menghasilkan.

Reses di Sleman, Titiek Soeharto Tanam Kelapa Genjah
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menanam bibit kelapa genjah di Sleman, Rabu (4/3/2026). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto kembali melakukan kunjungan kerja (reses) di Kabupaten Sleman, Rabu (4/3/2026).

Titiek Soeharto mengawali kunjungannya dengan melakukan penanaman bibit kelapa genjah bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya dan jajaran Forkopimda Sleman, Danrem 072/Pamungkas, Irwasda, Polda DIY, perwakilan Danlanud Adisutjipto, beserta para petani tergabung Kelompok Tani Merdeka.

Titiek Soeharto menyampaikan penanaman bibit kelapa genjah ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan petani. "Hari ini kita menanam kelapa genjah bantuan dari Kementerian Pertanian sebanyak kurang lebih 3.300 bibit pohon," ungkapnya.

Dia menilai, pemilihan kelapa genjah merupakan langkah strategis karena masa produktivitasnya yang jauh lebih cepat dibandingkan kelapa biasa.

Cepat berbuah

"Kelapa genjah lebih cepat berbuah, sekitar tiga sampai empat tahun sudah mulai menghasilkan. Tingginya tidak terlalu tinggi sehingga lebih mudah dirawat dan dipanen. Artinya, manfaat ekonominya bisa lebih cepat dirasakan oleh keluarga,” jelas Titiek.

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekompakan antara organisasi Tani Merdeka dan Gapoktan dalam merawat tanaman secara berkelanjutan.

Dia berharap kelapa genjah tidak hanya dilihat sebagai tanaman, melainkan sebagai aset produktif desa yang bisa diolah menjadi santan, minyak hingga sabut untuk menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat desa.

Bupati Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi atas dukungan Ketua Komisi IV DPR RI di Bumi Sembada. Harda berharap sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan petani dapat memperkokoh sektor pertanian lebih berdaya saing.

Dukung agrowisata

Selain itu, Harda juga berharap pengembangan kelapa genjah bisa menjadi program unggulan berbasis kawasan, yang tidak hanya menggerakkan sektor pertanian, tetapi juga mendukung agrowisata dan ekonomi kreatif, terutama di Dusun Klampengan ini.

“Komoditas kelapa memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi desa. Penanaman kelapa genjah ini diharapkan menjadi alternatif penghasil pendapatan baru bagi petani, sekaligus mendukung sektor agrowisata dan ekonomi kreatif, khususnya di Dusun Klampengan ini,” jelas Harda.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Sleman mendorong adanya hilirisasi produk turunan seperti gula semut dan VCO (Virgin Coconut Oil) agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara berkesinambungan oleh masyarakat lokal. (*)