Punya 500 Anak Asuh Program Genting, TP PKK Klaten Mengedukasi Orang Tua
Setelah satu bulan, makanan yang tidak disukai diganti agar efektif.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) pada hakikatnya mengedepankan kerja sama atau gotong-royong semua pihak. Program ini tidak menggunakan APBN atau APBD. Genting merupakan program prioritas pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga) dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting sehingga sudah seharusnya didukung semua pihak.
Salah satu pihak yang sudah berperan aktif dalam program Genting di Kabupaten Klaten adalah Tim Penggerak (TP) PKK se-Kabupaten Klaten. Hingga saat ini, Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Klaten mempunyai lebih dari 500 anak asuh. Sedangkan pengurus TP PKK Kabupaten Klaten sendiri memiliki 11 anak asuh.
Sebagai Upaya mensukseskan program Genting, TP PKK Kabupaten Klaten memberikan bantuan nutrisi, edukasi air bersih dan sebagainya.
"Kami memberikan nutrisi selama enam bulan berturut-turut tanpa henti. Tiap pagi diberi kudapan yang dimasak subuh dan diantar. Tidak hanya diantar, tapi dipastikan kudapan itu benar-benar dimakan oleh anak asuh. Jangan sampai kita sudah susah payah masak tapi dikonsumsi orang lain. Setelah satu minggu dievaluasi makanan apa yang disukai dan tidak disukai anak. Setelah satu bulan makanan yang tidak disukai diganti agar efektif," kata Ny Fahrani Hamenang, Ketua TP PKK Kabupaten Klaten, pada acara Rakor Evaluasi Program Genting Kabupaten Klaten di Pendopo Pemkab, Kamis (4/6/2026).
Pijat bayi gratis
Selain pemberian nutrisi, TP PKK Kabupaten Klaten juga mengadakan pijat gratis anak setiap bulan dengan tujuan anak terstimulasi agar makan banyak. Dampaknya akan kelihatan setelah enam bulan. Tiap bulan dilakukan penimbangan untuk mengetahui berat badan si anak naik.
Prinsipnya, kata Fahrani Hamenang, ada atau tidak program Genting, TP PKK Kabupaten Klaten pasti mengedukasi orang tua untuk pola asuh dan pola makan anak.
Terkait jumlah anak asuh tahun 2026, TP PKK Kabupaten Klaten masih akan mengkomunikasikannya bersama-sama. Sebab penanganan stunting tidak bisa dilakukan satu organisasi saja atau oleh pemda saja. Tapi semua pihak harus bergandengan tangan dan bergotong-royong sehingga angka stunting di Kabupaten Klaten berangsur turun dan tidak ada lagi penambahan stunting.
Kepala Dinsos P3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti SE, menambahkan sasaran program Genting adalah keluarga berisiko stunting (KRS) yang memiliki anggota keluarga yang termasuk dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan baduta umur 0-23 bulan.
Masal Gurusinga
