PMI Sleman Berhasil Raih Opini WTP Sebelas Kali Berturut-turut

PMI Kabupaten Sleman memiliki  penghasilan di antaranya dari Unit Pengelolaan Darah (UPD), Klinik Pratama, Pendidikan Pelatihan.

PMI Sleman Berhasil Raih Opini WTP Sebelas Kali Berturut-turut
Ketua PMI Sleman Mafilindati Nuraini bersama jajaran pengurus PMI Sleman menunjukkan sertifikat opini WTP atas pengelolaan keuangan PMI Sleman, Rabu (1/7/2026). (nila hastuti/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pengelolaan keuangan dan aset Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman kembali memperoleh predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Prestasi atas dasar pengelolaan keuangan dan aset PMI Sleman ini dinilai salah satu kantor Akuntan Publik terpercaya, R Gati Reditya Saputra SE MSc Ak CAW CPA. Sampai saat ini, PMI Sleman sudah sebelas kali berturut-turut meraih predikat WTP.

Ketua PMI Sleman dr Mafilindati Nuraini M Kes menjelaskan penilaian ini diberikan berdasarkan audit independen oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang menyatakan tata kelola keuangan serta aset PMI Sleman selalu transparan, akuntabel dan sesuai standar akuntansi yang berlaku.

"Palang Merah Indonesia Kabupaten Sleman telah berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-11 kalinya secara berturut-turut dalam hal pengelolaan keuangan dan aset. Prestasi ini dipertahankan secara konsisten sejak tahun 2015 hingga audit eksternal terbaru," kata Mafilindati kepada wartawan di Markas PMI Sleman, Rabu (1/7/2026).

Diungkapkan, pencapaian ini terkait tata kelola dana kemanusiaan termasuk penggalangan dari Bulan Dana PMI Sleman yang dilaporkan secara akuntabel dan transparan kepada publik. Predikat ini membuktikan komitmen PMI Sleman menjaga kepercayaan masyarakat atas dana yang didistribusikan untuk program sosial.

Menurut Mafilindati, opini WTP yang kesebelas kali ini juga sebagai bukti amanah dari masyarakat sebagai donatur. Saat ini PMI Kabupaten Sleman memiliki penghasilan di antaranya dari Unit Pengelolaan Darah (UPD), Klinik Pratama, Pendidikan Pelatihan.

Dana masyarakat

Sedangkan dana-dana dari masyarakat digunakan untuk operasional posko 24 jam, relawan dari masyarakat maupun relawan perguruan tinggi. Selain itu, juga untuk penanganan bencana, pembinaan relawan, rekrutmen relawan baru, diklat-diklat dasar Palang Merah Remaja, latihan gabungan, latihan penanggulangan bencana.

Sementara Akuntan Publik R Gati Reditya Saputra ketika dihubungi mengapresiasi audit pengelolaan keuangan PMI Sleman yang dilakukan setiap tahun, apalagi PMI Sleman bergerak dalam kegiatan nonprofit.

Gati menjelaskan, laporan keuangan PMI Sleman sesuai standar audit per 31 Desember 2025 mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian. Tidak ditemukan risiko besar dalam pemeriksaan laporan keuangan. Hanya saja yang perlu diperbaiki adalah format standar. (*)