Perebutan Kursi Nahkoda PKB Sleman Masuki Babak Baru, Lima Nama Mulai Jalani UKK

Perebutan kursi Ketua DPC PKB Sleman memasuki babak krusial. Lima kandidat jalani UKK ketat melibatkan tim psikologi UAD

Perebutan Kursi Nahkoda PKB Sleman Masuki Babak Baru, Lima Nama Mulai Jalani UKK
Jajaran Pengurus DPP, DPW dan DPC PKB, saat Musyawarah Cabang PKB Kabupaten Sleman awal April 2026. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMANProsesi pencarian sosok yang akan memimpin PKB Sleman periode 2026-2031 mulai memasuki babak serius. Lima kandidat calon Ketua Dewan Tanfidz yang awalnya diumumkan dalam Musyawarah Cabang PKB Sleman, kini bersiap menjalani rangkaian Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang menjadi penentu arah kepemimpinan partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang ini.

Tahap awal berupa fit and proper test dijadwalkan berlangsung di Hotel Platinum, Maguwoharjo, Minggu (12/4/2026). Setelah itu, mereka akan menjalani proses lanjutan di Jakarta, berupa wawancara mendalam dengan jajaran pengurus pusat.

Lima nama akan mengikuti proses tersebut yakni R. Agus Choliq, Tri Nugroho, Syukron Arif Muttaqin, Wiratno, dan Hery Setiyawan.

Proses ini tidak sekadar formalitas. DPW PKB DIY menggandeng Laboratorium Psikologi Terapan (LPT) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Ini untuk memastikan penilaian berjalan objektif dan terukur.

Materi pengujian meliputi kepemimpinan strategis, kemampuan manajerial, integritas personal, hingga kecakapan membaca dinamika politik lokal dan nasional.

Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar menegaskan bahwa UKK dirancang sebagai instrumen seleksi yang kredibel.

“Ini bukan sekadar memilih figur populer, tapi memastikan lahirnya pemimpin yang benar-benar siap secara kapasitas, integritas, dan visi perjuangan. Prosesnya kami jaga ketat agar objektif, profesional, dan berkualitas,” ujarnya melalui pesan singkat Kamis (9/4/2026) 

Di Jakarta, para kandidat, kata Masdar, akan menjalani ujian lebih serius, termasuk pengujian visi politik, strategi pemenangan pemilu, serta kemampuan konsolidasi internal partai.

Menariknya, proses UKK kali ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling komprehensif dalam sejarah penjaringan kepemimpinan PKB di tingkat kabupaten. Selain tes psikologis dan wawancara, penilaian juga mempertimbangkan rekam jejak, loyalitas kader, hingga kemampuan membangun jejaring elektoral.

Figur Inklusif Jadi Kunci

Ketua DPC PKB Sleman Raden Agus Choliq menilai tahapan ini menjadi momentum penting untuk memastikan PKB Sleman tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga relevan secara politik.

“Lima kandidat ini adalah kader-kader terbaik yang sudah teruji. Sekarang tinggal bagaimana mereka menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Agus menekankan, sosok pemimpin ke depan tidak cukup hanya piawai dalam organisasi, tetapi juga harus inklusif dan mampu merangkul berbagai kepentingan.

“PKB Sleman butuh pemimpin yang bukan hanya kuat secara organisasi, tapi juga terbuka dan mampu merangkul semua. Bukan yang otoriter, tapi yang hadir, mengayomi, dan menyatukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan politik ke depan menuntut model kepemimpinan kolaboratif, bukan konfrontatif.

“Ke depan, politik tidak bisa lagi dijalankan dengan sekat-sekat. Pemimpin harus jadi jembatan. Perbedaan itu bukan untuk dipertajam, tapi dirangkai jadi kekuatan bersama,” tegasnya.

Sebagai partai dengan posisi strategis di Sleman, menempati peringkat kedua perolehan suara pada Pemilu terakhir, PKB dituntut mampu menjaga tren elektoral sekaligus memperluas basis dukungan. 

Berdasarkan data internal, PKB Sleman saat ini memiliki jaringan hingga ratusan ranting dan ribuan kader aktif yang tersebar di 17 kapanewon.

Kondisi ini membuat proses seleksi kepemimpinan menjadi sangat menentukan. Figur terpilih nantinya tidak hanya bertugas menjaga soliditas internal, tetapi juga memimpin strategi pemenangan menuju Pemilu 2029.

“Siapa pun yang terpilih nanti harus langsung ‘tancap gas’. Tidak ada waktu beradaptasi terlalu lama. Mesin partai harus segera dipanaskan,” tambah Agus.

Dengan dimulainya tahapan UKK, arah kepemimpinan PKB Sleman lima tahun ke depan mulai menemukan bentuknya.

Publik kini menanti, siapa di antara lima kandidat yang mampu melewati seluruh tahapan seleksi dan dipercaya menjadi nahkoda baru, sekaligus membawa PKB Sleman melangkah lebih jauh di panggung politik daerah. (*)