Pensiunan ASN Pemkab Bantul Mendirikan PKBM Pawiyatan Karangrejek
Sebagian besar siswa telah putus sekolah ataupun ingin melanjutkan sekolah namun terbentur biaya.
KORANBERNAS.ID, BANTUL – Disebabkan berbagai kendala, tidak semua orang berkesempatan mengenyam pendidikan formal sembilan tahun atau lulus SMP maupun pendidikan 12 tahun lulus SMA dan sederajat. Padahal banyak warga ingin meningkatkan kemampuan dengan bersekolah, tetapi terhambat biaya, waktu, umur dan kesempatan.
Realita tersebut menggugah nurani Dwi Ratna S M Kes, seorang pensiunan ASN Pemkab Bantul untuk mendirikan lembaga pendidikan nonformal Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pawiyatan Karangrejek yang menyelenggarakan pendidikan kejar paket A (setara SD), paket B (setara SMP) dan paket C setara SMA.
“Saya dulu pengawas dan penilik sekolah dan PAUD. Jadi saya mendampingi, salah satunya TPA milik Bapak Danu (Drs Danu Kawantoro). Beliau ini mengutarakan ingin membangun pondok pesantren karena memiliki lahan di Karangrejek Kalurahan Karangtengah Kapanewon Imogiri seluas 3.600 M2. Lalu saya mengusulkan untuk membuka pendidikan nonformal dan dikembangkan untuk life skill seperti beternak, pranata adicara (MC Jawa), salon dan pertukangan. Serta nantinya juga pondok. Ternyata ide ini disetujui,” kata Ratna mengawali ceritanya kepada koranbernas.id, Selasa (29/7/2025) sore.
Ide tersebut disampaikan ke Lurah Karangtengah, Haryanto, yang antusias dan mendukung pendirian PKBM karena sejalan dengan visi dan misi saat mencalonkan diri sebagai lurah yakni mengembangkan bidang pendidikan.
Dwi Ratna. (sariyati wijata/koranbernas.id)
Mereka saling bekerja sama mempersiapkan pendirian PKBM sejak bulan April silam atau sebulan setelah Ratna pensiun pada bulan Maret 2025. Selain itu, juga menyiapkan tutor (tenaga pendidik) yang saat ini jumlahnya 12 orang, sebagian adalah penduduk Karangtengah.
Mereka juga menjaring warga belajar (siswa) yang hingga kini sudah ada 30 orang lebih. Bukan hanya Karangtengah tetapi juga wilayah kalurahan lain.
Sebagian besar siswa telah putus sekolah ataupun ingin melanjutkan sekolah namun terbentur biaya. Jika belajar di PKBM mereka diberikan dukungan melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Walaupun pada saatnya apabila ada kekurangan akan ditanggung bersama-sama dengan jumlah yang terjangkau.
“Latar belakangnya ada yang baru lulus SMP lalu kerja maka melanjutkan pendidikan dengan ambil paket C. Ada juga yang tidak mampu sekolah karena biaya dan faktor lain. Mereka memilih mendaftar ke PKBM. Antusias tinggi, karena memang dari hasil skrining yang kami lakukan banyak orang yang belum menyelesaikan pendidikan jenjang SMP ataupun SMA,” kata Ratna.
Bangunan PKBM Pawiyatan Karangrejek di Karangtengah Imogiri Bantul. (istimewa)
“Saya niatkan semua agar hidup saya bermanfaat kepada sesama. Bukan mengenai profit,” lanjutnya.
Hanya butuh waktu empat bulan untuk persiapan hingga akhirnya PKBM “Pawiyatan Karangrejek’ diresmikan oleh anggota DPRD Bantul, H Yasmuri, Sabtu (26/7/2025). Peresmian didampingi anggota DPRD Bantul, Dony Kristanto, Panewu Imogiri Slamet Santosa, jajaran pemerintah Kalurahan Karangtengah, para tutor, warga belajar dan masyarakat sekitar.
“Minat untuk menempuh pendidikan nonformal ini tinggi. Jumlah warga belajar masih akan terus bertambah sebelum kami tutup dan mulai pembelajaran pertama tanggal 2 Agustus mendatang,” kata Ratna yang didhapuk sebagai Ketua PKBM “Pawiyatan Karangrejek” tersebut.
Dia berharap keberadaan PKBM Pawiyatan Karangrejek akan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Selamat atas pembukaan PKBM dan semoga semakin maju, berkembang dan mencerdaskan masyarakat,” tambah Slamet Santosa. (*)
Sariyati Wijaya
