Pengelola Pasar Srago dan Gayamprit Gelar Jumat Bersih
Jumat Bersih diinstruksikan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar ASN, TNI dan Polri melaksanakan kerja bakti setiap hari Jumat.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Pasar Gayamprit yang terletak di pinggir jalan Klaten-Basin tepatnya di wilayah Kelurahan Gayamprit Kecamatan Klaten Selatan merupakan pasar milik Pemkab Klaten.
Lokasinya yang strategis menjadikan pasar ini memperoleh perhatian khusus dari pengelola pasar. Baik dari segi kebersihan maupun sarana prasarana yang tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang dan pengunjung.
Keberadaan pasar di pinggir jalan dan dekat tempat pembuangan sampah (TPS) sering dimanfaatkan orang untuk membuang sampah sembarangan. Kadang-kadang ada orang sambil berkendara membuang sampah di TPS pasar dan tidak jarang warga sekitar juga membuang sampah di TPS pasar.
Padahal, menurut pengelola pasar dan para pedagang apabila dihitung jumlah sampah dari pedagang di TPS Pasar Gayamprit hanya satu gerobak per hari.
Spanduk larangan buang sampah terpasang di TPS Pasar Gayamprit. (masal gurusinga/koranbernas.id)
"Mayoritas sampah warga. Ada warga sekitar, pengguna jalan dan ada juga sisa makanan dari pedagang kulineran di tempat lain yang dibuang saat malam hari. Kalau malam hari kan tidak ada yang melihat," kata pedagang Pasar Gayamprit, Jumat (20/2/2026).
Koordinator Pasar Srago, Agus Setiyono, ditemui di sela-sela memimpin kegiatan Jumat Bersih di Pasar Gayamprit memperkirakan persentase sampah pedagang Pasar Gayamprit yang dibuang di TPS pasar kecil sekali. "Paling-paling per hari cuma satu gerobak saja. Banyak sampah dari luar," ujar Agus yang juga membawahi Pasar Gayamprit.
Kegiatan Jumat Bersih diinstruksikan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar ASN, TNI dan Polri melaksanakan kegiatan kerja bakti setiap hari Jumat. Pengelola Pasar Srago dan Pasar Gayamprit melaksanakannya dengan bersih-bersih lingkungan Pasar Gayamprit.
Bersih-bersih Pasar Gayamprit melibatkan seluruh personel pengelola Pasar Srago dan Pasar Gayamprit. Ada yang melakukan pembongkaran lapak di pinggir jalan yang sudah ditinggal pemiliknya dan memasang paranet disertai pemasangan spanduk larangan buang sampah di TPS pasar kepada warga bukan pedagang pasar Gayamprit.
Bongkar lapak
"Lapak itu dibongkar karena memang sudah lama ditinggalkan pemiliknya. Padahal, kami sudah sosialisasikan kalau berjualan di pinggir jalan agar tidak mendirikan bangunan permanen," katanya.
Selain kerja bakti di lingkungan Pasar Gayamprit, pengelola pasar juga sudah memasang pengumuman terkait memilah dan memilih sampah kepada pedagang. Pemilahan dan pemilihan sampah itu dimaksudkan untuk meminimalisir residu yang akan dibuang ke TPA Troketon Pedan. (*)
Masal Gurusinga
