Pemkab Klaten Gelar Rapat Evaluasi Penyaluran LPG 3 Kg

Melihat kuota tahun 2026 yang hanya 48.367 matrik ton, Arthur menyarankan pemda agar  penyaluran LPG 3 kg fokus pada kebutuhan masyarakat

Pemkab Klaten Gelar Rapat Evaluasi Penyaluran LPG 3 Kg
Rapat evaluasi penyaluran LPG 3 kg yang dipimpin langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di ruang pertemuan B2 Setda Klaten, Kamis (22/1/2026). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN--Pemkab Klaten menggelar rapat evaluasi penyaluran LPG 3 kg tahun 2025 dan rencana penyaluran di tahun 2026, Kamis (22/1/2026). Rapat yang berlangsung di ruang pertemuan B2 Setda Klaten itu dipimpin langsung Bupati Hamenang Wajar Ismoyo. Turut hadir Kabag Perekonomian Tomisila Aditama, Kepala Dinsos P3APPKB Puspo Enggar Hastuti, Kepala DKPP Iwan Kurniawan, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Yudi B Prabawa, perwakilan DKUKMP, perwakilan Pertamina dan para agen.

Perwakilan Pertamina, Arthur Kemal menyampaikan di Kabupaten Klaten saat ini ada 35 agen LPG 3 kg dan 2441 pangkalan.. Penyaluran LPG 3 kg pada hari ini (Kamis, 22/1/2026) berjalan normal dan lancar. 

“Dari depot kami di Rembang, Semarang dan Cilacap tidak ada kendala terkait dengan stok meskipun cuaca agak tidak menentu. SPPBE juga full stok tidak ada kendala terkait pengisian dan satgas juga disiagakan,” kata Arthur.

Terkait kuota pada tahun 2025 dilaporkan, kuota dari pemerintah hanya sebesar 49.283 matrik ton. Pada tahun 2026 kuotanya turun menjadi 48.367 matrik ton atau turun 900-an metrik ton.

Arthur menambahkan, berbicara tentang LPG 3 kg sangat dinamis. Pada tahun 2025, Pertamina bersama Pemda melalui Pemprov Jawa Tengah sudah mengusulkan penambahan kuota, karena tahun 2025 kemarin kuotanya hanya cukup sampai awal Desember 2025. Tapi kan tidak mungkin penyaluran LPG 3 kg di seluruh Indonesia tiba-tiba berhenti. Akhirnya ditambah menjadi 51.747 atau naik 5 persen sehingga akhirnya tetap ada penyaluran hingga akhir tahun. 

Melihat kuota tahun 2026 yang hanya 48.367 matrik ton, Arthur menyarankan pemda agar  penyaluran LPG 3 kg fokus pada kebutuhan masyarakat.

"Kebutuhannya berapa, nanti kami koordinasikan dan evaluasi bersama, untuk selanjutnya bisa bersurat langsung ke rumah ESDM Provinsi. Itu nanti jadi dasar kami untuk mengusulkan kenaikan kuota," katanya.

Kepala Bidang LPG BPC Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas) Surakarta Aditya Nugroho menyampaikan meski alokasi turun tapi diharapkan penyaluran LPG 3 kg di masyarakat tetap berjalan dengan baik dan lancar. 

Hiswana Migas memandang potensi di Kabupaten Klaten sangat luar biasa, baik sektor pariwisata, UMKM dan banyak even tahunan. Terkait kondisi di lapangan, Aditya mengimbau para agen agar tetap semangat dan melayani dengan sepenuh hati. (*)