Peluang Kerja di Bandara: IAS Gelar Program Terampil Batch 2 di Jogja, Cetak SDM Aviasi Berstandar BNSP dari Warga Sekitar
Sebanyak 30 peserta, yang sebagian besar berasal dari warga di sekitar bandara, mengikuti rangkaian pelatihan terstruktur selama lima hari yang meliputi aspek teknis, sikap (soft skill), dan standar layanan
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS) — sub-holding dari InJourney — memperkuat komitmennya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing melalui penyelenggaraan Program IAS Terampil Batch 2 di Yogyakarta. Program ini sekaligus menjadi upaya nyata perusahaan dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar bandara.
Bertempat di Hotel Novotel, Senin (15/11/2025), Batch 2 ini melanjutkan kesuksesan program serupa yang sebelumnya dilaksanakan di Batam. Program ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional dan standar industri aviasi nasional.
Direktur Human Capital IAS, Israwadi, menyampaikan bahwa kesinambungan program mencerminkan investasi jangka panjang perusahaan dalam kapabilitas SDM.
“Melalui Batch 2 di Yogyakarta, kami berupaya mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap standar layanan dan budaya keselamatan di lingkungan kebandarudaraan,” ujar Israwadi.
Fokus pada Facility Care dan Inklusivitas
Pada Batch 2 ini, pelatihan difokuskan pada Basic Facility Care. Sebanyak 30 peserta, yang sebagian besar berasal dari warga di sekitar bandara, mengikuti rangkaian pelatihan terstruktur selama lima hari yang meliputi aspek teknis, sikap (soft skill), dan standar layanan. Program ini juga secara khusus menargetkan kaum difabel sebagai salah satu sasaran, menegaskan komitmen IAS terhadap inklusivitas.
Ricko Respati, Plt. Direktur SDM Angkasa Pura Support, menjelaskan pelatihan mencakup teknik Facility Care yang intensif, serta pengembangan Soft Skill yang krusial.
“Kita tidak hanya mengajarkan secara teknikal, tetapi kita bekali juga peserta dengan soft skill. Ini krusial karena IAS Group memiliki standar layanan hospitality yang merupakan turunan dari InJourney Group,” kata Ricko.
Program ini bertujuan membangun tenaga kerja yang memiliki integritas, etos kerja tinggi, serta orientasi kuat pada mutu dan keselamatan layanan kebandarudaraan.
Sertifikat BNSP Modal Utama Bersaing
Salah satu nilai tambah terbesar program IAS Terampil adalah penekanan pada standarisasi kompetensi. Di akhir pelatihan, peserta wajib mengikuti ujian kompetensi, dan sertifikat yang didapatkan akan dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Meskipun Ricko menjelaskan tidak ada jaminan formal bahwa peserta akan langsung bekerja di bandara, kepemilikan sertifikat kompetensi ini menjadi nilai plus yang sangat signifikan dalam proses rekrutmen.
“Ketika peserta sudah memiliki sertifikat kompetensi untuk facility care, dan nanti apply untuk posisi di facility care di kami, yang pasti sudah ada satu nilai plus, yaitu telah tersertifikasi,” ujarnya.
Dengan demikian, sertifikasi BNSP yang diperoleh peserta menjadi modal berharga untuk bersaing secara objektif tidak hanya di IAS Group, tetapi juga di industri aviasi secara umum. Program ini merupakan bagian dari Program CSR Tahunan yang dikerjakan secara kolaboratif oleh seluruh anggota IAS Group, termasuk Angkasa Pura Support, IASS, IAS High, IAS Hospitality, IAS Property, dan Gapura. (*)
Siaran Pers
