Banjir Sumatera: 90% BTS Sumut-Sumbar Aktif, Telkom Kini Fokus di Aceh
KORANBERNAS.ID, JAKARTA--Pasca bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Sumatera, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama seluruh jajaran TelkomGroup bergerak cepat memulihkan infrastruktur telekomunikasi vital. Hingga Sabtu (13/12/2025), kantor Sentral Telepon Otomat (STO) Telkom di tiga provinsi (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) telah berhasil diaktifkan kembali.
Fokus kini beralih pada pemulihan Base Transceiver Station (BTS) guna memastikan sinyal komunikasi kembali normal bagi masyarakat.
Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, mengungkapkan bahwa di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat, pemulihan mencapai hasil signifikan, dengan 90% BTS milik TelkomGroup telah aktif. Namun, tantangan terbesar kini berada di Aceh.
“Di Aceh kerusakan terbesar BTS ada di sana. Kami fokuskan seluruh sumber daya yang ada di TelkomGroup untuk mempercepat recovery BTS di Aceh. Mudah-mudahan 75% coverage di masing-masing kota bisa kami hidupkan lagi kurang lebih hari ini atau besok,” jelas Nanang saat meninjau infrastruktur di Kecamatan Kuala Simpang (13/12/2025).
Kerahkan Seluruh Sumber Daya dan Jamin Layanan Prioritas
Nanang menegaskan, proses pemulihan BTS dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya, tidak hanya dari Telkomsel tetapi juga dari semua anak usaha TelkomGroup.
Dalam tinjauannya, Nanang menilai kantor STO Telkom di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, masih memerlukan pembenahan serius akibat genangan lumpur. Kendati demikian, prioritas utama Telkom saat ini adalah memastikan layanan pelanggan (services to customer) pulih lebih dahulu.
Dwi Pratomo Juniarto, EVP Telkom Regional I Sumatra, turut mendampingi Nanang dalam peninjauan yang dilanjutkan ke lokasi infrastruktur lain di Sumatra Utara, termasuk Pangkalan Brandan dan Tanjung Pura.
Internet dan Charger Gratis di Tengah Mati Listrik
Saat meninjau Kota Langsa, Nanang menyaksikan antusiasme masyarakat yang memanfaatkan layanan jaringan internet dan charger gratis yang disediakan TelkomGroup di berbagai access point (AP), mengingat kondisi jaringan listrik yang mati menyeluruh.
“Terdapat beberapa AP yang sudah diaktifkan, dan melihat animo masyarakat kami pikir perlu ditambahkan beberapa titik lagi, di samping juga memenuhi kebutuhan listrik akan perangkat gadget masyarakat,” ujar Nanang.
TelkomGroup berkomitmen untuk menambah posko layanan internet dan charger gratis guna memastikan akses telekomunikasi digital tetap terpenuhi selama proses pemulihan infrastruktur berlangsung. Strategi pemulihan di Aceh akan dilakukan melalui pendekatan pembangunan umbrella coverage yang menaungi satu kota atau kabupaten secara menyeluruh.
Selain pemulihan jaringan, TelkomGroup juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa peralatan medis dan obat-obatan, termasuk serum anti tetanus, tabung oksigen, dan berbagai jenis obat-obatan, ke RS Adam Malik dan wilayah Aceh Tamiang untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi terdampak. (*)
Siaran Pers
