Nur Widiyanto Pimpin GP Ansor Kecamatan Gebang Purworejo
Setelah dilantik, Nur Widiyanto mengatakan siap membawa spirit Ansor.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gebang melakukan reorganisasi. Nur Widiyanto dari Desa Mlaran mengemban amanat memimpin PAC GP Ansor Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah Masa Khidmah 2025-2028.
Hadir dalam pelantikan pengurus tersebut Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Santoso, Ketua PC (Pimpinan Cabang) GP Ansor Kabupaten Purworejo KH Muhammad Tashilul Manasik bersama Bendahara PC GP Ansor Kabupaten Purworejo Husni Hidayat, Abdul Aziz selaku komisioner KPU Kabupaten Purworejo, Supriyanto selaku Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Gebang, Kiai Tambah Sugiyanto, Ali Said dan Zaenal Mustofa selaku Dewan Penasehat PAC GP Ansor Kecamatan Gebang serta Forkompincam Gebang.
Pengesahan kepengurusan GP Ansor Kecamatan Gebang dilakukan oleh Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Santoso, di Balai Desa Gebang, Minggu (18/1/2026).
Setelah dilantik, Nur Widiyanto mengatakan siap membawa spirit Ansor Gebang untuk Progresif, Inovatif, Kolaboratif. Dia berharap mendapat dukungan selama mengemban estafet kepemimpinan tersebut.
Digelar secepatnya
"Saya saat ini mengemban amanah untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi ini. Saya mohon doa restu dan dukungan untuk menjalankan segala program. Rakercab akan digelar secepatnya (malam Kamis) semoga apa yang terwujud bisa kami jalani, dalam masa khidmat ini," kata Nur Widiyanto.
KH Muhammad Tashilul Manasik mengucapkan selamat atas pelantikan GP Ansor Kecamatan Gebang. "Momentum ini awal untuk berkhidmat, tentang tema, Ansor Gebang progresif, Inovatif, Kolaboratif bisa direalisasikan dalam bidang kerja dan organisasi ke depan," pesannya.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Gebang, Kiai Supriyanto, mengingatkan dengan dilantiknya GP Ansor Kecamatan Gebang bukan hanya internal tetapi juga hubungan dengan masyarakat. Bisa bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk kemanfaatan masyarakat.
Sementara itu, Santoso menyampaikan, menjadi ketua tentu waktu yang terbuang. Ketika ada niat untuk berkhidmat, maka niat itu dilaksanakan sebaik-baiknya. "Di Ansor tidak cukup pintar saja, tetapi teladan atau contoh kader yang lain untuk bergerak. Tanggung jawab tidak pada ketua saja, apa yang baik di pengurusan sebelumnya (Pak Kusni), jangan pernah tinggalkan senior," pintanya.
Ansor memiliki beberapa karakter terutama keagamaan. Ansor berkarakter kebangsaan, karakter dan memberikan manfaat di bidang apa saja. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
